Share

Kepala DMPD Ungkap Masalah Dalam Pengisian Perangkat Desa

Bojonegoro, 14/8 (Media Center) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, mengatakan dalam pengisian perangkat desa di tahun 2017 ini terdapat beberapa permasalahan. Diantaranya adalah ada beberapa desa yang hingga saat ini belum membentuk tim pengisian perangkat desa.

Masalah selanjutnya, lanjut Djumari, ada isu yang beredar bahwa calon perangkat desa adalah orang terdekat dari Kepala Desa sehingga menimbulkan keresahan masyarakat khususnya para bakal calon perangkat desa yang lain.

“Belum ada kejelasan terkait dengan bagaimana pelaksanaan seleksi dan koreksi hasil ujian yang dilakukan di masing-masing kecamatan,” imbuhnya.

Masalah lainnya yakni banyaknya pemahaman persyaratan calon perangkat desa dari WNI atau warga setempat. Selain itu, pemahaman yang berbeda terkait persyaratan sertifikat IT dari lembaga yang punya kompetemsi dibidang IT. Selanjutnya, tempat pelaksanaan ujian tertulis, pemberian rekomendasi camat dan legalisir ijasah.

Dari semua permasalahan tersebut, lanjut Djumari, masyarakat tidak perlu khawatir untuk kedekatan Kepala Desa dengan calon perangkat desa. Karena, pihaknya akan melaksanakan pengisian ini dengan jujur dan transparan.

Kemudian pelaksanaan seleksi dan koreksi hasil ujian akan dilakukan pada hari yang sama sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Terkait sertifikat IT, yang diperbolehkan adalah sertifikat dari lembaga berkompeten dan memiliki izin resmi atau dari lembaga pemerintah.

Untuk tempat pelaksanaan, Camat akan mengkoordinir dan memfasilitasi dengan mempertimbangkan jumlah lowongan dan pendaftar. Apabila menggunakan fasilitas pendidikan, agar koordinasi dengan kaseknya.

Sedangkan untuk legalisir cukup di sekolah yang mengeluarkan baik negeri maupun swasta. Atau kalau sudah tidak ada, bisa didapatkan surat keterangan di Dinas Pendidikan setempat.(*dwi/mcb)

Leave a Comment