Share

Kerajinan Akar Jati Bojonegoro Tembus Pasar Mancanegara

Salah satu produk unggulan dari Kabupaten Bojonegoro telah mampu menembus pasar luar negeri dan diekspor ke berbagai negara. Komoditi unggulan ini adalah kerajinan akar jati yang bersentra di Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sayangnya, produk ini tak langsung diekspor oleh para perajin di Bojonegoro. Namun, melalui pemasok lokal dari daerah lainnya.

Bojonegoro (Media Center) – Salah satu produk unggulan dari Kabupaten Bojonegoro telah mampu menembus pasar luar negeri dan diekspor ke berbagai negara. Komoditi unggulan ini adalah kerajinan akar jati yang bersentra di Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sayangnya, produk ini tak langsung diekspor oleh para perajin di Bojonegoro. Namun, melalui pemasok lokal dari daerah lainnya.
Ketua Paguyuban Perajin Limbah Akar “Jati Aji” Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro Yuli Winarno, mengatakan, produksi para perajin di desa setempat yang jumlahnya 65 perajin mampu memenuhi pasar luar negeri. Ia memperkirakan produk perajin, antara lain, berupa kursi bar, meja, juga berbagai souvenir yang dikirim ke berbagai negara, antara lain, Amerika Serikat, Australia, Korea, Taiwan, Malaysia, India, juga negara lainnya, sekitar 100 truk/bulan, senilai sekitar Rp3 miliar.
“Jumlah tersebut yang dikoordinasikan dengan paguyuban. Padahal, ada perajin yang tidak melapor ke paguyuban telah mengirimkan produknya ke luar negeri,” paparnya.
Menurutnya, pengiriman produk akar jati ke berbagai negara di luar negeri, dilakukan para pedagang dari luar daerah, antara lain, dari Jepara, Yogyakarta dan Bali, yang melakukan pembelian produk akar jati perajin di desa setempat atas pesanan konsumen.
Selain dari tangan pemasok, ada beberapa pembeli dari luar negeri yang datang langsung ke sentra industri kerajinan akar jati ini. “Tetapi penanganan pengiriman barang melalui pelabuhan di Surabaya dilakukan pedagang lokal,” jelasnya.
Untuk harga produk kerajinan di desa ini, para perajin mematok harga mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Misalnya kursi bar, meja bar, sofa, berkisar Rp150.000 sampai Rp500 ribu, dan hanya kerajinan tertentu yang khusus seperti sofa besar harganya bisa mencapai Rp5 juta per item.
Tingginya minat konsumen dari mancanegara membuat para perajin ini mencari stok hingga ke luar daerah. Tak hanya mencari akar jati di lokal Bojonegoro, tetapi juga ke Nganjuk, Madiun, Tuban, juga Blora Jawa Tengah. Hal ini karena stok bahan akar jati lokal, sudah mulai menipis. Selain itu, perajin juga mensiasati kerajinan akar jati dengan memanfaatkan sisa-sisa kayu dengan menempelkannya. Para perajin optimistis, kerajinan akar jati di desa setempat masih akan mampu bertahan cukup lama, meskipun stok akar jati mulai berkurang.(**mcb)

Leave a Comment