Share

Kerugian Banjir Bojonegoro Rp1,6 Miliar

Bojonegoro (Media Center) – Pasca direndam banjir akibat luapan air Sungai Bengawan Solo yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro, sejumlah lahan pertanian, fasilitas umum dan rumah warga menimbulkan kerugian. Air Bengawan Solo yang meluap selama tiga hari pada 4 April lalu ditaksir menyebabkan kerugian mencapai Rp1,6 miliar.

Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan, kerugian banjir sebesar Rp1,6 miliar itu dari beberapa lahan pertanian yang terendam. Kurang lebih seluas 1.665 hektare (ha) tanaman padi yang berada di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo terendam. Dari jumlah itu kerusakan tanaman padi seluas 261 ha. Selain itu, banjir juga menggenangi jalan sepanjang 4.030 m, 9 rumah dan 1 sekolah.

“Wilayah yang terdampak banjir sebanyak tujuh desa yang tersebar di 18 desa di 32 dusun,” ujarnya.

Beberapa daerah yang terdampak banjir di antaranya di Kecamatan Kanor terdapat lima desa yakni, Semambung, Piyak, Cangaan, Kabalan dan Simbatan. Kecamatan Bojonegoro, Ledok Wetan. Kecamatan Trucuk, Desa Sumbang timun dan Mori. Kecamatan Dander Desa Ngablak dan Ngulanan.Kecamatan Baureno Desa Kalisari, Lebaksari, Kadungrejo, Tanggungan. Kecamatan Balen Desa Kedung dowo, Sekaran dan Pilang gede. Kecamatan Kapas Des Bogo.

“Ini semua tidak lepas dari peran TNI, Polri, Pemkab, Pemdes, relawan dan warga yang menjadi kunci terhindarnya kerugian yang lebih besar,” terangnya.

Meski saat ini kondisi Bengawan Solo sudah lepas siaga, namun Suyoto tetap meminta kepada warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada. Sebab, di daerah hulu diprediksi masih akan terjadi hujan deras selama beberapa hari kedepan.

“Kemungkin besar air kiriman dari hulu masih akan terjadi, karena BMKG wilayah Jawa Tengah masih memprediksi curah hujan bulan ini masih tinggi,” pungkasnya.(Lya/dwi)

Leave a Comment