Share

Keterlibatan Pemuda di Industri Migas Sangat Minim

Bojonegoro (Media Center) – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bojonegoro menilai, Pemerintah Kabupaten belum maksimal memberdayakan tenaga kerja lokal, terutama pemuda dalam kegiatan industri  migas di Bojonegoro. Padahal pemuda juga mempunyai hak untuk ikut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

“Belum ada tindakan apapun untuk melibatkan pemuda dalam kegiatan migas disini. Keterlibatan pemuda masih sangat minim sekali,” kata Mustakim, Ketua KNPI Bojonegoro

Dia mengungkapkan, selama ini justru yang banyak memperoleh kesempatan di kegiatan migas adalah disektor pengusaha. Sehingga membuat peran pemuda semakin terkesampingkan dalam proses pembangunan ekonomi, khususnya di ladang migas.

“Karena itu pemuda di Bojonegoro harus dilibatkan secara langsung. Jangan hanya membuat data base tanpa ada tindak lanjut apapun,” tegas mantan Ketua PMII Bojonegoro ini.

Menurut Mustakim, minimnya skiil (keterampilan) yang dimiliki pemuda bukan sebuah alasan bagi pemkab maupun pelaku migas untuk tidak melibatkan mereka. Sebab, baik pemkab maupun pelaku usaha dapat memberikan memberikan pelatihan keterampilan kepada pemuda. Sehingga pemuda menjadi berdaya dan dapat mengisi lowongan bahkan menciptakan pekerjaan sendiri.

“Selama ini program pelatihan terhadap tenaga kerja terutama pemuda masih sangat kurang, karena cenderung dilakukan sendiri oleh instansi-instansi tertentu. Seharusnya dapat disinergikan dengan pihak swasta agar terprogram dengan baik,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertransos, Adie Witjaksono, mengungkapkan, Pemkab telah melakukan berbagai upaya dalam masalah ketenaga kerjaan seperti job fair dan pelatihan serta sertifikasi baik migas maupun non migas.

“Kita akan terus berupaya semaksimal mungkin menekan angka pengangguran di Bojonegoro,” pungkasnya. (rin/*acw)

Leave a Comment