Share

Kisah Sukses Pengrajin Camilan: Tekun dan Menjaga Kualitas

Lebaran memang masih kurang 20 hari lagi, namun kesibukan di rumah Mochammad Arif, warga Desa Simorejo Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Jawa Timur mulai terlihat.

Bojonegoro (Media Center) – Lebaran memang masih kurang 20 hari lagi, namun kesibukan di rumah Mochammad Arif, warga Desa Simorejo Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Jawa Timur mulai terlihat. Ia dan pegawainya tengah sibuk membuat camilan atau makanan ringan untuk memenuhi pesanan hari raya . “Alhamdulillah, saya sudah dapat pesanan banyak untuk hari raya besok”, ujar Arif.

Sambil menata kemasan cemilan hasil produksinya, lelaki yang akrab disapa Arif ini berkisah bahwa usaha yang dirintisnya sejak dua tahun lalu, diawali dari nol dengan berbekal alat sekedarnya. “Awalnya saya hanya punya modal lima puluh ribu rupiah, itupun saat saya belanjakan hanya dapat terigu 5 kg dan bahan-bahan lainnya seperti tapioca, telur, gula, dan garam,” terang Arif mengawali kisahnya.

Hasil produksi makanan ringan yang dibuat bersama istrinya itu kemudian dititipkan ke warung-warung di sekitar tempat tinggalnya. Pekerjaan itu ditekuninya dengan sabar tanpa mengenal putus asa, berkat ketelatenan dan kualitas produksi yang terus terjaga, makanan ringan atau cemilan hasil produksi Arif kini mampu merambah pasar di Jawa Tengah..

“Alhamdulillah untuk pemasarannya sendiri telah menjangkau wilayah Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Jombang, Magetan, dan sebagian wilayah Jawa Tengah seperti Semarang dan Purwodadi,” jelasnya. Untuk memenuhi permintaan pasar, dalam sehari Arif membutuhkan kurang lebih 1,5 kwintal terigu. Saat ini Arif, telah memiliki 20 orang pegawai yang setiap hari bekerja mulai dari pukul 6 pagi hingga 5 sore.

Para pekerja yang rata-rata perempuan itu bekerja mulai dari membuat adonan, pengolahan hingga pengemasan. Arif selalu menekankan kepada para pegawainya untuk selalu menjaga kualitas produksi cemilannya, terutama rasa, dan kebersihan, sebab dia sadar bahwa memproduksi makanan tidak boleh hanya berorientasi kepada rasa, tetapi juga harus mempertimbangkkan kesehatan pelanggannya.

Setiap hari Arif memproduksi berbagai macam cemilan: seperti Mie Kriwul, Kembang Jambu, Kacang Sembunyi, dan sebagainya. Cemilan-cemilan tersebut diakui masih menjadi makanan favorit saat bersantai, begadang, menonton tv, dan juga sebagai suguhan tamu. Diminati oleh hampir semua lapisan masyarakat, membuat Arif tertantang untuk selalu melakukan inovasi, agar dapat menyuguhkan cemilan yang disukai oleh konsumen.

Usaha camilan yang dimiliki Arif ini memang sangat menjanjikan, namun saat ini ia masih terkendala dengan keterbatasan peralatan yang ia miliki seperti mesin penggiling dan mesin packing. “Saat ini saya ingin sekali punya mesin penggiling yang lebih besar dan mesin packing yang lebih canggih”, tambahnya. Ia berharap semoga Pemerintah Daerah dapat memberikan bantuan alat-alat tersebut agar setiap harinya dapat memproduksi camilan lebih banyak lagi. (*/khoir/mcb)

Leave a Comment