Share

Komisi A Ancam Seret PT TWU Ke Meja Hijau

Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, menegaskan akan mendatangkan tim ahli lingkungan untuk menyusun laporan adanya pencemaran terhadap lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan kilang mini PT Triwahana Universal (TWU) yang berada di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu.

Bojonegoro (Media Center) – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, menegaskan akan mendatangkan tim ahli lingkungan untuk menyusun laporan adanya pencemaran terhadap lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan kilang mini PT Triwahana Universal (TWU) yang berada di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu.

Seperti diketahui, Jumat kemarin (6/2), sejumlah warga Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, mendatangi gedung DPRD untuk hearing dengan komisi A, Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan PT TWU, namun tak ada perwakilan dari PT TWU yang hadir. Hearing ini membahas terkait pencemaran lingkungan di wilayah mereka.

Wakil Ketua Komisi A, Anam Warsito, mengatakan, bersama tim ahli nantinya akan membuat laporan bagaimana selama ini PT TWU tidak memperhatikan aspek lingkungan terhadap kegiatannya selama ini dan menyeret permasalahan ini ke ranah hukum.

“Apalagi saat diundang rapat bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH), Jumat kemarin tidak hadir. Kami merasa lembaga dewan dilecehkan,” tegasnya.

Politisi asal Partai Gerindra ini menyatakan, selama ini PT TWU kurang memperhatikan aspek lingkungan dan sosial yang ada di sekitar. Sehingga perlu ada tindakan tegas agar PT TWU tidak seenaknya melakukan kegiatan.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Tedjo Sukmono, menyampaikan, PT TWU yang selama ini menghasilkan produk High Speed Diesel (HSD), Straight Run Gasolin (SRG) dan Vacuum Tower Bottom, ini menimbulkan pencemaran bagi lingkungan sekitar.

“Dari laporan yang masuk kepada kami ada beberapa pencemaran yang berdampak pada masyarakat sekitar,” tandasnya.

Tedjo mengungkapkan, pencemaran yang terjadi selama ini diantaranya pencemaran udara berupa bau menyengat, adanya limbah cair yang mengaliri sawah di sekitar lokasi kilang mini, serta debu yang diakibatkan transportasi setiap hari oleh PT TWU.

Sementara itu, Humas PT Triwahana Universal, Wendra saat dikonfirmasi mengenai hal ini masih belum memberikan komentar. Ketika dihubungi via telepon, tidak diangkat dan sms yang dikirim juga belum dijawab. (re/**mcb)

Leave a Comment