Share

KPID Jatim: Radio Jangan Takut Urus Ijin

Bojonegoro (Media Center) – Sekitar 20-an pengelola radio dan komunitas di Kabupaten Bojonegoro mengikuti Focus Group Discussion (FGD)  soal Penguatan Kemitraan Profesi yang bertajuk Regulasi Pendirian Radio yang digelar di aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bojonegoro, Senin (23/2). Dalam agenda ini, Kominfo menghadirkan Andi Maulana, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur.

Dalam dialog ini, rata-rata para pengelola radio mengeluhkan soal regulasi pendirian radio dan perijinannya. Para pengelola mengaku enggan melakukan ijin sebelum radio mengudara lantaran biaya yang dibutuhkan untuk perijinan.

Hal ini ditanggapi oleh Andi, ia menegaskan tak ada biaya apapun untuk proses perijinan pendirian radio. Ia mendorong agar nantinya, para pengelola radio terlebih dulu mengurus perijinan sebelum mengudara.

“Kalau mengurus ijin setelah mengudara, maka poin yang harus dipenuhi oleh pengelola lebih banyak,” ujar Andi.

Faktanya, di Kabupaten Bojonegoro, para pengelola radio memiliki ketakutan sendiri saat akan mengajukan ijin siaran. Terutama dalam hal biaya. Tak hanya itu, mereka mengeluhkan proses perijinan yang lama.

“Kami telah mengajukan ijin sejak tahun 2013 lalu, tapi sampai saat ini belum juga keluar,” keluh Sudarmono, pengelola Radio Nuansa yang berada di Kecamatan Sumberejo.

Tak hanya membahas soal regulasi, dalam dialog ini diagendakan pula untuk sosialisasi soal program Kabupaten Bojonegoro yakni Desa Sehat dan Cerdas. Dalam paparannya, Kusnandaka Tjatur, Kepala Dinas Kominfo meminta para pengelola radio turut mendukung program pemerintah ini agar bisa diterima oleh seluruh elemen masyarakat.

“Beberapa waktu lalu telah dilaunching, dan melalui radio kami harap agar informasi Desa Sehat dan Cerdas ini sampai ke seluruh warga Bojonegoro,” tegasnya. (lya/*acw)

Leave a Comment