Share

KPK Ajak Anak Muda Bojonegoro Manfaatkan Platform JAGA

Bojonegoro, Media Center – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Kongkow Hepi dan Seru Bareng JAGA” atau disingkat KOPI SENJA untuk mengajak anak-anak muda memanfaatkan platform JAGA. Kali ini kegiatan diselenggarakan selama 1 hari pukul 08.00 – 15.00 WIB di Ruang Angling Dharmo, Kantor Pemkab Bojonegoro Jl. P. Mas Tumapel No. 1, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (3/8/2019).

Sebelumnya pada Juli 2019 telah dilaksanakan kegiatan yang sama di Kota Semarang.

Pelatihan diikuti 50 peserta dari perwakilan siswa dari seluruh SMA/ SMK serta 50 mahasiswa perwakilan dari seluruh perguruan/sekolah tinggi di Bojonegoro yang aktif menggunakan media sosial. Syaratnya mereka memiliki jumlah pengikut (followers) lebih dari 3.000. Di luar siswa dan mahasiswa, juga hadir perwakilan jurnalis dari media lokal.

KPK menghadirkan narasumber CEO Petakumpet Arief Budiman untuk membawakan materi tentang bagaimana menciptakan konten media sosial yang kreatif.

Arief Budiman menjelaskan konten media sosial yang menarik bisa dengan strory telling. Untuk merancangnya perlu memperhatikan beberapa hal. Yakni menentukan tujuan konten, menentukan target audiens, memahami permasalahan target audiens, membuat struktur cerita yang menarik, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, pendekatan yang menyentuh emosi target audiens, dan memaksimalkan ilustrasi (foto, ilustrasi, video) yang memperkuat cerita.

“Sesuatu yang menyentuh emosi atau hati, itu lebih mudah diterima,” ujarnya di hadapan pserta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan agenda kegiatan berupa diskusi bersama siswa dan mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas mereka tentang pencegahan korupsi pada era digital. Peserta diperkenalkan tentang platform JAGA dan bagaimana mengeksplorasi sumber data bidang kesehatan dan pendidikan, serta workshop singkat bagaimana membuat konten kreatif pada media social.

“Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan korupsi untuk mendorong pengawasan dan perbaikan sistem pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.

Pelatihan ini juga merupakan aksi kolaborasi upaya pencegahan korupsi bersama pemerintah daerah, sekolah dan perguruan tinggi, serta masyarakat umum. Diharapkan, melalui kegiatan ini akan muncul local champion di bidang pendidikan dan kesehatan yang memahami dan mampu menggunakan platform JAGA sebagai sarana advokasi juga edukasi kepada masyarakat.

Local champion tersebut nantinya dapat berbagi informasi dan data dengan memanfaatkan fitur diskusi pada platform JAGA tentang kualitas pelayanan publik di daerahnya. Salah satunya, aplikasi digital tersebut akan membuka ruang berbagi informasi dan data yang mendorong pada transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Kita harapkan dengan hadirnya local champion ini dapat mendorong upaya perbaikan sistem pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Bojonegoro,” tandasnya.

Sebelum ditutup, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi rencana publikasi JAGA oleh masing-masing peserta yang akan diimplementasikan paska mengikuti kegiatan ini.

Untuk diketahui, JAGA merupakan sebuah platform yang diinisiasi oleh KPK bekerja sama dengan Kementerian dan Lembaga dalam menyajikan data tentang informasi publik sebagai upaya pencegahan korupsi. Saat ini konten informasi yang tersedia dalam platform tersebut adalah terkait bidang pendidikan, kesehatan dan dana desa.

Sejak diluncurkan tahun 2016 sampai dengan saat ini, JAGA telah mengumpulkan lebih dari 400.000 profil sekolah dan informasi lain bidang Pendidikan; 13.000 profil Rumah Sakit dan Puskesmas; serta 74.000 profil Desa di seluruh Indonesia. Data tersebut dihimpun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kementerian Agama; Kementerian Kesehatan; Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Kementerian Dalam Negeri; dan Kementerian Keuangan.(Git/Dwi)

Leave a Comment