Share

Kreatif di Tengah Pandemi, Siti Hidayah Produksi Masker Lukis

Bojonegoro, Media Center – Tetap kreatif dan penuh semangat mempertahankan produk UMKM di tengah pandemi, inilah yang dilakukan Siti Hidayah, warga Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. Ia mengaplikasikan seni lukis dengan bahan masker.

Mengingat masih dalam masa pandemi, masker merupakan salah satu cara pencegahan penularan virus covid -19. Hal ini yang dimanfaatkannya untuk tetap eksis dalam usahanya.

Saat ditemui di rumah produksinya, wanita yang pernah menyabet juara II Nasional Pemuda Pelopor bidang kewirausahaan oleh Kementerian Dinas Kepemudaan dan Olahraga ini, Siti Hidayah mengatakan bahwa dampak dari virus covid-19 ini sangat terasa sekali di semua lapisan masyarakat. Tidak hanya masyarakat umumnya, namun di kalangan perajin juga terdampak.

“Dulu sebelum ada pandemi kami mampu memproduksi untuk saru produk, kami mampu membuah 25 biji dalam sehari dan omset yang kami peroleh kurang lebih sebanyak Rp 30 juta hingga Rp 50 juta dalam sebulan,” terangnya.

Hidayah juga menjelaskan bahwa, setalah gerakan bermasker serentak diumumkan oleh ibu Gubernur Khofifah IndarParawansa, maka ia memutar otak bagaimana usaha tetap berjalan di tengah pandemi. “Dari situlah muncul ide tenik lukis diaplikasikan ke bahan masker, dan Alhamdulillah minat dari masyarakat khususnya kalangan ibu pejabat sangat berminat,” terangnya.

Jika pada umunya masker dibanderol dengan harga Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu maka ia mencoba sesuatu hal beda. Dengan membuat masker lukis, pewarnanya pun membuat sendiri dari bahan textile. Dengan kualitas bahan dan corak yang indah, harga masker dijual Rp 30 ribu. Tapi ia tetap memproduksi masker polos dengan harga pasaran Rp 5 ribu. “Dan alhamdulillah dengan banyaknya masyarakat yang pesan masker maka kekuarangan bisa ditutupi dengan penjualan masker,” pungkasnya.

Selain memproduksi masker, Zahida Management sebutan perusahaan yang Siti Hidayah rintis, juga memproduksi tas dari gedebog pisang, tas dari karung goni, tas dari enceng gondok, baju painting dan masih banyak produk kerajinan lainnya.(FIF)

Leave a Comment