Share

Lahan Bawang Merah di Bojonegoro Meluas

Budidaya bawang merah semakin diminati petani Bojonegoro. Di Kecamatan Kedungadem luasan panen bawang merah terus bertambah menjadi 2500 hektar (Ha)pada tahun ini dari sebelumnya hanya 1500 Ha.

Bojonegoro (Media Center) – Budidaya bawang merah semakin diminati petani Bojonegoro. Di Kecamatan Kedungadem luasan panen bawang merah terus bertambah menjadi 2500 hektar (Ha)pada tahun ini dari sebelumnya hanya 1500 Ha.

Meningkatnya luasan panen ini dikarenakan petani di sejumlah desa di wilayah Kedungadem kian tertarik menanam bawang merah karena lebih menguntungkan ketimbang tanam padi. Sebelumnya di Kecamatan Kedungadem hanya dua desa yang menjadi sentra bawang merah yakni Desa Duwel dan Pejok. Namun, sekarang ini beberapa desa di wilayah setempat seperti Kendung, Mojorejo, Drokilo, Kepohkidul, Babat, Geger, Panjang, Tumbrasanom, dan Blideg menanam bawang merah.

“Totalnya sekarang sekitar 2500 hektaran. Di Duwel saja ada peningkatan luasan panen 50 hektar dari 200 hektar menjadi 250 hektar,” kata Kepala Desa Duwel, Moch Nurhasim saat mengikuti pelatihan Desa IT di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominf), Rabu (19/11/2014).

Dia mengungkapkan, meningkatnya luasan panen di wilayah Kedungadem dikarenakan harga bibit pada musim tanam kali ini lebih murah. Per kilogramnya seharga Rp13 ribu hingga Rp15 ribu. Selain itu pendapatan yang diperoleh petani dari tanam bawang merah ini lebih tinggi ketimbang menanam padi.

Nurhasim menyebutkan, untuk bibit satu kwintal bisa menghasilkan satu ton bawang merah. Dengan harga jual perkilogramnya Rp8 ribu. Sedangkan biaya tanam hingga panen untuk bibit sebanyak satu kwintal kurang dari Rp 1 juta.

“Jika dikakulasi, dari satu kwintal bibit bisa mendapatkan uang Rp80 juta. Pendapatan itu dipotong biaya tanam dan pembelian bibit sebesar Rp16 juta. Jadi masih untung Rpg64 jutan,” kata dia, merinci.

Menurut Nurhasim, semakin murahnya biaya produksi bawang merah ini dikarenakan petani sudah banyak yang memiliki mesin rotari untuk mengolah tanah. Sehingga lebih cepat dan efisien.

“Di Duwel saja lahan seluas 250 hektar hanya digarap dua hari selesai,” pungkas dia.(**numcb)

Leave a Comment