Share

Latihan Dua Minggu, Dharmo Squad Raih Juara 1 Ajang Thengul X Hiphop Dance

Bojonegoro – Pembentukan tim dadakan tak mengurangi capaian prestasi Dharmo Squad. Tim yang terbentuk baru dua minggu ini berhasil meraih juara 1 pada ajang Final Thengul X Hiphop Dance Competition yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro.

Ketua Tim Dharmo Squad Nabil mengatakan, timnya sempat memperoleh poin seri dengan juara II, Paprica’s Dance Crew. Kini total nilai timnya meraih poin tertinggi yakni 371,5 setelah battle dance.

“Dharmo Squad memiliki arti Danger Moves. Supaya punya kesan lokal tapi unik, tercetuslah Dharmo Squad. Anggota grup mulai dari kalangan mahasiswa hingga siswa SMA,” tutur pria asal Kelurahan Klangon.

Mengusung konsep modernisasi tanpa menghilangkan ciri khas Tari Thengul, Nabil banyak mengambil inspirasi dari World of Dance hiphop, musik tradisional, ditambah dengan beberapa anggota Dharmo Squad yang memang memiliki basic tari tradisional.

“Waktu open submission coba ikut daftar. Awalnya karena ingin flashback masa-masa ikut kompetisi dance dulu dan sempat punya grup dance juga. Ternyata pas ikut event Thengul X Hiphop ini, peserta diminta langsung tampil di panggung,” ujar Nabil.

Laki – laki yang sebelumnya pernah mengikuti Selekda Pra-PON Papua ini mengaku ia dan anggota lainnya berlatih selama 2 minggu. Dalam kurun waktu 2 minggu tersebut, mereka berlatih hingga larut malam karena masing-masing anggota perlu menyesuaikan jadwal.

“Kendalanya dari ego masing-masing karena mereka punya jadwal yang berbeda. Terkadang juga latihan sampai larut malam di stadion. Untuk koreografi, kami bagi untuk tiap anggota, nanti sewaktu latihan bisa saling koreksi,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai jurnalis di salah satu media cetak di Bojonegoro ini.

Melalui kompetisi ini, Nabil berharap agar kompetisi semacam ini bisa di agendakan setidaknya satu tahun sekali. Menurutnya, acara Thengul X Hiphop perlu dipertahankan dan dikembangkan karena bisa meningkatkan minat dan menggali potensi anak muda Bojonegoro yang gemar dengan dunia tari modern ataupun tradisional.

“Acaranya menarik karena mengombinasikan dance hiphop dan Thengul. Selain itu, bisa juga dibentuk lembaga atau organisasi resmi yang menaungi anak muda Bojonegoro di dunia seni tari, seperti contohnya IOXC yang dinaungi langsung oleh Kemenpora,” imbuh Nabil. (map/tf/cs/*)

Leave a Comment