Share

Lepaskan Egoisme, Bangun Bangsa dengan Kebersamaan

Sumber konflik di tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara selama ini dipicu oleh tiga sumber yakni kekuasaan, kekayaan dan fanatisme yang berlebihan. Hal tersebut dikatakan Bupati Bojonegoro Suyoto saat membuka talkshow Lintas Agama yang dihelat di ruang Angling Dharmo, Selasa (27/01/2015). Acara tersebut digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) yang dihadiri peserta dari lintas agama, perwakilan organisasi masyarakat, pemuda serta LSM.

Bojonegoro (MediaCenter) – Sumber konflik di tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara selama ini dipicu oleh tiga sumber yakni kekuasaan, kekayaan dan fanatisme yang berlebihan. Hal tersebut dikatakan Bupati Bojonegoro Suyoto saat membuka talkshow Lintas Agama yang dihelat di ruang Angling Dharmo, Selasa (27/01/2015). Acara tersebut digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) yang dihadiri peserta dari lintas agama, perwakilan organisasi masyarakat, pemuda serta LSM.

Bupati menambahkan, apabila mampu melepaskan tiga hal tersebut maka kita bisa membangun sinergi kehidupan yang mengedepankan pada kebersamaan, saling menghormati dan menyayangi. “Dalam dialog seperti ini, akan terbangun komunikasi untuk menyelesaikan jalan keluar sebuah permasalahan,” ujarnya.

Selain hal itu, bupati juga menceritakan terkait jatuhnya harga minyak mentah dunia. Selama ini lanjut Suyoto, patokan anggaran setiap negara dan daerah yang bersumber pendapatan dari sektor migas berasumsi dengan harga minyak. Ketika harga minyak dunia turun, maka pemerintah akan melakukan evaluasi dan penjadwalan ulang,” lanjut dia.

Bupati menuturkan, saat ini penghasilan minyak di Bojonegoro diprediksikan 2,6 triliun rupiah dari sektor migas dengan rata-rata produksi minyak mentah di Bojonegoro 125 ribu barrel perhari. Saat puncak produksi, penerimaan migas Bojonegoro bisa mencapai antara 3-4 Trilyun rupiah. Namun, ketika harga minyak mentah dunia turun maka berdampak pula pada penghasilan sektor migas, yang berdampak pada kekuatan anggaran. “Ketika harga minyak mentah dunia turun maka berdampak pula pada penghasilan sektor migas, yang berdampak pada kekuatan anggaran. Maka, kita harus tepat dalam mengelola anggaran,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Hanafi menjelaskan, acara talkshow ini dihadiri 170 peserta dengan 11 narasumber antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama Bojonegoro, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro, Forum Komunikasi Umat Beragama Bojonegoro, PD Muhamadiyah Bojonegoro, TTID Hok Swie Bio Bojonegoro, Gereja Santo Paulus Bojonegoro. (humas/**mcb)

Leave a Comment