Share

Lokal Kelas Terbatas, Siswa SD Bergiliran Tempati Kelas Rusak

Siswa kelas I, II, dan III Sekolah Dasar Negeri (SDN) Purwosari I di Desa/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terpaksa melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dalam ruangan kelas yang kondisinya rusak dan nyaris ambruk. Siswa merasa kurang nyaman belajar lantaran kondisi ruangan kelas yang penuh sesak.

Bojonegoro (Media Center) – Siswa kelas I, II, dan III Sekolah Dasar Negeri (SDN) Purwosari I di Desa/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terpaksa melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dalam ruangan kelas yang kondisinya rusak dan nyaris ambruk. Siswa merasa kurang nyaman belajar lantaran kondisi ruangan kelas yang penuh sesak.
Dua ruang kelas yakni kelas II dan III kondisinya rusak. Plafon atap ruang kelas banyak yang jebol atau copot. Selain itu, kayu penyangga ruangan juga terlihat lapuk. Meski demikian, ruangan ini ditempati secara bergantian oleh siswa kelas II dan I secara bergantian. Ruang kelas III juga tidak jauh berbeda, dinding ruangan ini terlihat banyak yang retak dan kusam. Ruangan ini tampak pengap dan sesak saat ditempati sebanyak 43 siswa kelas III.

Muhamamd Nurdiono, salah satu siswa, mengatakan, atap yang rusak itu sudah lama tetapi belum diperbaiki. “Takut nanti atapnya ambrol, apalagi saat hujan,” tutur Nurdiono yang duduk di kelas III.

Sebelumnya, pernah terjadi siswa yang tertimpa plafon yang ambrol saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Siswa yang tertimpa plafon terluka di kepala dan dilarikan ke Puskesmas Purwosari. Ia mendapatkan beberapa jahitan di kepalanya.

Kepala SDN Purwosari I, Kasiyati, menuturkan kondisi ruang kelas dua dan kelas tiga itu memang sudah memprihatinkan. Ruangan kelas itu, kata dia, sebetulnya sudah tidak layak untuk ditempati kegiatan belajar-mengajar.

“Dulu setelah ada kejadian plafon ambrol menimpa siswa, sempat dilihat oleh pihak Dinas Pendidikan Bojonegoro. Namun, setelah itu upaya untuk memperbaiki atau membangun dua ruang kelas itu tak kunjung dilakukan,” ujar Kasiyati yang sudah mengajar di sekolah dasar itu sejak tahun 1990.

Kasiyati mengatakan, pihak Dinas Pendidikan Bojonegoro terakhir menjanjikan pembangunan satu unit ruang kelas SDN Purwosari I pada Juni lalu. Namun, ia membuat pernyataan penolakan dan disampaikan pada Bupati Bojonegoro, Suyoto. Ia meminta agar dua unit ruang kelas yang dibangun dan bukan satu ruangan saja.

“Jumlah murid SDN Purwosari I ini cukup banyak yakni 234 anak. Tetapi ruang kelasnya cuma lima. Semestinya pembangunan ruangan kelas di sekolah ini mendapatkan prioritas. Kalau ruang kelasnya rusak dan pengap, tentu tidak nyaman untuk kegiatan belajar mengajar,” tutupnya. (**mcb)

Leave a Comment