Share

Longsor Kedung Maor Ditangani Secara Cepat dan Tepat

Bojonegoro – Longsor yang terjadi di aliran sungai menuju Kedung Maor di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, pada Jumat (31/3/2017) dini hari lalu, menjadi perhatian serius Bupati Bojonegoro, Suyoto. Hari ini, Minggu (2/4/2017), bupati yang akrab disapa Kang Yoto itu mendatangi lokasi longsor untuk memastikan penanganan darurat membongkar kembali “Bendungan Kedong Maor”.

Dalam kesempatan itu, Kang Yoto mendapat laporan bendungan tiban dari Camat Temayang pada Sabtu (1/4/2017) pagi, akibat tanah longsor, bergerak dan struktur bawah sungai yang mendesak naik. Kejadian ini telah menutup aliran sungai sepanjang 100 meter, elevasi sungai berubah dari 69 meter menjadi 80 meter dari permukaan laut. Aliran sungai tersumbat, dan bila tidak mendapatkan jalan, dalam 48 jam, air bisa menggenangi Dusun Gangseng.

“Karena itu sangat diperlukan tindakan cepat dan tepat,” tegasnya.

Beberapa alat berat dikerahkan untuk melakukan pengerukan. Hasilnya, kurang dari 24 jam, saat pengerukan sampai elevasi 74 meter, air sudah mengalir. Namun masih ada pekerjaan menuntaskan hingga elevasi 69 meter. Karena itulah, Kang Yoto harus memastikan semua berjalan, termasuk menandatangai pernyataan kedarutatan agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat.

“Saya sampaikan terimakasih kepada pihak perhutani, Forpimka Kecamatan Temayang, Jajaran Pemerintah Desa, BPBD Bojonegoro, warga desa dan Balai Besar Bengawan Solo, serta PT Hutama Karya (HK) atas dukungannnya sehingga dapat bertindak secara cepat dan tepat dalam melakukan penanganan,” kata Kang Yoto.

Bupati kembali menegaskan, terbentuknya bendungan tiban ini semakin mengingatkan betapa pentingnya segera pembangunan Waduk Gangseng.

“Setidak tidaknya bila terjadi lagi pintu dapat dibuka untuk mengalirkan air,” pungkas Kang Yoto.(dwi/mcb)

Leave a Comment