Share

Luas Lahan Tembakau 2015 Diprediksi Capai 8.469 Ha

Bojonegoro (Media Center) – Akhir masa penghujan hingga awal musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro menjadi masa tanam tembakau. Tembakau menjadi salah satu tanaman populer di kalangan petani untuk menjadi tanaman di musim kemarau lantaran tak membutuhkan banyak air.

Tingginya minat para petani terhadap tanaman tembakau ini mebuat luasan lahan tembakau di Kabupaten Bojonegoro meningkat. Berdasarkan prediksi Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bojonegoro, di tahun 2015 ini akan ada lahan tembakau seluas 8.469 hektar (Ha) lahan tembakau dengan rincian 5.972 Ha lahan tembakau virginia dan 2.497 Ha lahan tembakau jawa.

Menurut Choirul Insan, Kabid Usaha Perkebunan, dengan jumlah lahan ini dipastikan bisa memenuhi kuota penyerapan tembakau oleh pabrikan. Namun, yang menjadi masalah adalah hasil panen tembakau melebihi jumlah penyerapan. Dikhawatirkan, banyaknya panenan tembakau ini menyebabkan harga tembakau menurun karena melimpahnya stok.

“Kalau panenan terlalu banyak hampir bisa dipastikan harga akan anjlok,” terang Insan.

Melimpahnya panenan tembakau ini, lanjut Insan, telah diantisipasi oleh Dishutbun. Jauh sebelum memasuki masa tanam tembakau, pihaknya telah melakukan bimtek ke sejumlah petani tembakau agar menanam tanaman kering lainnya untuk di tanam di musim kemarau.

“Kami telah sarankan tanaman palawiwa seperti kedelai dan juga tebu yang pasarnya jelas,” tambahnya.

Berdasarkan data dari Dishutbun, jumlah penyerapan tembakau Bojonegoro oleh pabrikan di 2015 ini sebanyak 4.062 ton tembakau jenis virginia dan 205 ton jenis jawa. Dengan jumlah ini, kebutuhan tembakau bisa dipenuhi dengan luasan lahan 5.000 hingga 6.000 Ha saja. (lya/*acw)

Leave a Comment