Share

Makam Kalang Jadi Sasaran Penjarah Benda Purba

Bojonegoro (Media Center) – Penjarahan benda-benda purbakala di Kabupaten Bojonegoro hingga kini masih berlangsung. Tak hanya menjarah, para pelaku bahkan melakukan perusakan lokasi temuan benda purbakala yang sering diperjualbelikan.

Kondisi ini diakui Nunung Dianawati, pemerhati sejarah di Kabupaten Bojonegoro. Ia  mengaku sering menemukan bekas-bekas penjarahan yang berujung perusakan. Salah satu situs yang marak menjadi sasaran adalah di makam Wong Kalang yang tersebar di 3 gunung di Kecamatan Kedewan dan Kasiman. Sayangnya, luasnya wilayah makam Kalang ini hanya diawasi satu juru pelihara (jupel).

“Jupel makam Kalang juga mengaku sering ada penjarahan di wilayahnya. Tak hanya mengambil bekal kubur, kadang penjarah sampai menghancurkan kerangka yang ada dalam makam,” tutur Mbak Nung -panggilan akrabnya-, Ketua Banyu Nggawan Bodjanegara ini.

Nunung, sapaan akrabnya, menyebutkan beberapa lokasi yang sering menjadi sasaran penjarahan antara lain di Kecamatan Kedewan, Kasiman, Ngraho dan Tambakrejo.

“Kalau makam kalang di Kasiman dan Kedewan, sementara Kecamatan Ngraho dan Tambakrejo lokasi paling banyak ditemukan fosil,” lanjut wanita berjilbab ini.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro terus berupaya mengurangi penjarahan benda purbakala dan sejarah dengan melakukan pendekatan pada pencari fosil. Pihak pemkab menawarkan kompensasi atas temuan fosil dan benda sejarah lainnya.

“Kemarin sudah ada beberapa fosil yang kita beri kompensasi, jumlahnya sesuai kesepakatan dengan pemiliki,” jelas Kabid Pengambangan dan Pelestarian Budaya, Suyanto.

Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan bukti sejarah di Kabupaten Bojonegoro yang dikenal sebagai wilayah yang kaya sejarah baik mulai jaman purba hingga jaman kerajaan. Ditambah, Bojonegoro juga dialiri sungai Bengawan Solo yang menjadi sentra sejarah pada masa kerajaan hingga penjajahan. (lya/*acw)

Leave a Comment