Share

Malam Tahun Baru di Agrowisata Belimbing Bojonegoro, Banyak ‘Bule’nya

Bojonegoro (Media Center) – Di Desa Ngringinnrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro Jawa Timur, stand-stand yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro di lokasi agrowisata belimbing, seluruhnya telah ditempati oleh pedagang, yang sebagian besar adalah pedagang buah belimbing. Bahkan, selain di stand-stand resmi tersebut, tak sedikit lapak-lapak yang berdiri atas inisiatif mereka sendiri.

“Kalau saya, ini saya bikin sendiri,” jelas Warsih, yang mendirikan stand seadanya di depan lahan belimbing miliknya. Menurut Warsih, yang memang asli warga desa setempat, ia sengaja menjual belimbing segarnya di tempat itu, karena pengunjung agro wisata cukup banyak. “Sabtu dan Minggu pengunjungnya banyak, apalagi kalau malam tahun baru, banyak bule yang datang,” terangnya.

Dalam sehari, saat musim liburan, Warsih mengaku bisa menghasilkan keuntungan Rp 100ribu hingga Rp300ribu. Itu semua diperoleh dari hasil menjual secara eceran buah belimbing di lokasi agrowisata itu sendiri.

“Harganya ber variasi, ada yang tiga ribu, ada yang sepuluh ribu per kilonya,” jelasnya. Variasi harga itu tergantung dari ukuran belimbing yang dijajakan, semakin besar ukurannya, semakin mahal pula harganya. Selain menjajakan secara eceran di atas meja kayu, pengunjung juga dapat membeli dengan cara memetik sendiri.

“Kalau memetik sendiri, harga per kilonya tujuh ribu, karena biasanya pengunjung memilih yang besar-besar,” jelasnya. Warsih memang pemilik lahan, sehingga ia dapat menjual hasil kebunnya dengan sistem petik sendiri. Dalam melayani pengunjung yang ingin memetik sendiri, Warsih dibantu oleh suaminya.

“Kalau pengunjung minta ditemani, biasanya suami saya membantu, ya membantu memetikkan ataupun hanya sekedar mendampingi pengunjung agar bisa memilih belimbing di pohonnya,” tambahnya. Untuk pelayanan tambahan pada pengunjung ini, Warsih tak memungut biaya tambahan. (ramcb)

Leave a Comment