Share

Mampu Ciptakan Alat Penetas Telur Hingga Alat Penggiling Keong

Bojonegoro (Media Center) – Supari, warga Dususn Balungdowo, Desa Karangdayu, Kecamatan Baureno, Bojonegoro telah memberi manfaat bagi warga disekitarnya. Pasalnya, pria 54 tahun ini berhasil menciptakan alat penetas telur sederhana yang membuat warga sekitar bisa mendapatkan bibit ternak dengan harga yang lebih terjangkau.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Urusan (kaur) Pemerintahan Desa ini mengaku, usaha yang dialkukannya ini dimulai pada pertengahan 2014 lalu. Awalnya, ia mengalami beberapa kali gagal dalam menetaskan telur sehingga mengalami kerugian yang cukup besar.

“Misalnya 107 butir telur terkadang hanya menetas sebanyak 50 ekor bebek. Namun terus dipelajari sampai berhasil,” jelasnya.

Ia mengaku, setiap minggu, ia mampu menetaskan sebanyak 250 sampai 300 ekor bebek. Telur yang diopen (dipanaskan) di dalam kotak kayu buatannya sendiri itu akan menetas dalam waktu 27 hari.

Ia menjelaskan, di dalam kotak itu terdapat dua buah lampu berukuran 5 watt serta alat penyetabil suhu yang bernama termostrap. Alat itu berfungsi untuk mengontrol suhu panas dari lampu yang ada didalam kotak. Jika suhu panasnya diatas 20 derajat celcius akan mati sendiri lampunya.

“Kotak penetas telur ini saya rangkai sendiri tidak meniru siapa-siapa. Ternyata banyak yang minat juga,” ujarnya.

Untuk satu ekor anakan bebek dibanderol Rp7.000 sampai Rp8.000. Pembeli anakan bebek itu berasal dari lokal Bojonegoro, Lamongan dan Jombang. Kebanyakan warga sekitar juga memasok bibit bebek dari Supari lantaran daerah sekitar merupakan persawahan yang cocok menjadi habitat bebek.

“Disamping harga anakan bebek lumayan tinggi, minat masyarakat untuk membudidaya bebek juga tinggi,” imbuhnya.

Omset yang diterima Supari dari hasil usahanya menetaskan telur bebek itu dalam sebulan mencapai Rp3 sampai Rp4 juta. Ia mengaku hingga saat ini tidak ada kendala yang berarti, hanya penyakit indukan bebek saja yang kerap menyerang.

“Alhamdulillah lancar terus, paling penyakit untuk indukan saat perubahan musim itu saja kendalanya,” pungkasnya.(dwi/lya/*mcb)

Leave a Comment