Share

Manfaatkan Limbah, Daur Ulang Plastik Jadi Buket Bunga

Di Kabupaten Bojonegoro, bermula dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan berbekal kreatifitas, Ekorini memulai membuat rangkaian bunga yang berbahan dasar kantong plastik. Tak hanya mengurangi volume sampah rumah tangganya, hasil tangan dari sampah plastik ini mulai diminati konsumen dari lokal Bojonegoro, Tuban, Jakarta hingga diekspor ke Singapura.

Bojonegoro (Media Center) – Sampah plastik menjadi salah satu sampah yang sulit diurai oleh tanah. Butuh sekitar 10-12 tahun untuk mengurai kantong plastik dan 200-1000 tahun untuk mengurai botol plastik.

Di Kabupaten Bojonegoro, bermula dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan berbekal kreatifitas, Ekorini memulai membuat rangkaian bunga yang berbahan dasar kantong plastik. Tak hanya mengurangi volume sampah rumah tangganya, hasil tangan dari sampah plastik ini mulai diminati konsumen dari lokal Bojonegoro, Tuban, Jakarta hingga diekspor ke Singapura.

Mulai menggeluti pembuatan bunga plastik sejak Oktober 2014 lalu, wanita yang sering menjadi instruktur kerajinan tangan ini hanya memasarkan rangkaian bunga kresek ini dari mulut ke mulut. Bahkan, saking banyak peminat ia terpaksa menolak beberapa pesanan.

” Karena proses pembuatan yang memakan waktu, produksi kita terbatas,” jelasnya.

Untuk satu rangkaian bunga berukuran besar bisa ia kerjakan selama 5-7 hari, sementara bunga ukuran kecil bisa selesai dalam satu hari. Ia membanderol antara Rp50 ribu – Rp350 ribu untuk satu rangkaian.

Untuk mengubah limbah kresek dan botol plastik bekas ini dibutuhkan ketelatenan dan kreativitas. Seperti membuat mahkota bunga yang bertekstur, kantong plastik harus disusun beberapa lapis dan diseterika, baru dibentuk menjadi helaian kelopak bunga yang diinginkan.

” Prosesnya cukup panjang, karena tekstur kantong plastik sangat tipis, harus disusun dan disetrika agar jadi lebih tebal,” urainya.

Tak hanya dilakukan sendiri, Ekorini juga melakukan pelatihan membuat bunga dari limbah plastik ini berdasarkan permintaan dari salah satu komunitas wanita di Kabupaten Tuban. Tak hanya di Tuban, ia berharap agar warga Bojonegoro tertarik dengan sistem daur ulang limbah plastik yang saat ini tengah digelutinya.

” Selain mengurangi produksi limbah rumah tangga, daur ulang limbah ini juga bisa menambah pendapatan,” pungkasnya.(**mcb)

 

Leave a Comment