Share

Manfaatkan Tanah Pekarangan untuk Budidaya Pisang Ulin

Media Center (Bojonegoro) – Warga Kalitidu, Kecamatan Kalitidu, mulai tertarik berbudidaya Pisang Ulin untuk menambah pendapatan ekonomi mereka. Karena selain mudah, harga pisang ulin cukup menjanjikan dan mudah penjualannya.

“Saya tanam di tanah pekarang. Kalau penjualanya ya di pasar sini dan kadang pedagang yang datang kesini,” kata Satemi, warga Dusun Gangsalan.

Untuk harga Pisang Ulin, setiap satu tundunya berkisar antara Rp15.000 sampai Rp25.000. Tergantung dari besar dan kecil serta jumlah pisang setiap tundunya.

“Lumayan lah mas, bisa menambah pendapatan. Daripada pekarangan dibiarkan kosong,”  tegas Satemi.

Budidaya Pisang Ulin ini telah digeluti warga Gangsalan sejak lima tahun silam. Saat ini, luas areal tanaman Pisang Ulin di wilayah Kalitidu seluas dua hektar (Ha).

Rencananya, Pemerintah Desa (Pemdes) Kalitidu akan mengembangkannya ke dusun lainnya. Hanya saja, untuk mengembangkannya diperlukan penyediaan air yang cukup lebih dulu. Sebab selama ini Pisang Ulin ditanam warga di dekat Bengawan Solo.

“Ada rencana mengembangkannya, tapi harus menyaipkan waduk untuk kebutuhan airnya,” sambung Kepala Desa Kalitidu, Tarmuji dikonfirmasi terpisah.

Dia mengungkapkan, untuk meningkatkan harga Pisang Ulin ini, pihak desa juga berencana mengolah kulit pisang untuk dijadikan keripik dan jenis olahan lainnya. Cara ini sudah pernah dilakukan oleh warga dengan bantuan mahasiswa yang melakukan kerja kuliah nyata (KKN).

“Harapan kita kedepan, dari budidaya ini tergarap mulai hulu dan hilir. Sehingga bisa menambah pendapatan warga,” tandas mantan Kepala Urusan Pembangunan (Bayan) Desa Kalitidu itu.(dwi/mcb)

Leave a Comment