Share

Marak Jajanan Berbahaya, Dinkes Sidak Beberapa Kantin Sekolah

Bojonegoro (Media Center) – Maraknya jajanan yang diduga mengandung bahan-bahan berbahaya yang saat ini terjual di kantin-kantin sekolahan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro melakukan sidak makanan ringan di beberapa sekolahan yang ada di Kecamatan Baureno, Bojonegoro, Rabu siang (4/3/2015).

Sekolah yang dikunjungi antara lain, SMAN 1 Baureno dan SMPN 1 Pomahan, Kecamatan Baureno. Hasilnya, dari dua sekolah itu, petugas berhasil menyita puluhan jenis makanan yang diduga mengandung zat berbahaya.

“Kita ambil sample makanan yang terjual di kantin-kantin sekolah untuk dilakukan uji laboratorium, apakah jajanan yang terjual di beberapa sekolah ini layak dikonsumsi atau tidak. Akan kita cek dulu di lab,” ujar Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinkes, Muhammad Soleh.

Menurut dia, makanan yang tidak layak dikonsumsi adalah makanan yang cara pembuatannya dicampur dengan kimia, borak, pewarna dan campuran bahan lain yang dapat menyebabkan efek negatif bagi tubuh.

“Sebetulnya bahayanya tidak secara langsung, tapi jangka panjang antara 10 sampai 15 tahun kedepan. Paling tidak kita harus berhati-hati dan mengetahui mana makanan yang layak untuk dikonsumsi, khususnya anak-anak sekolah ini harus betul-betul faham,” ujarnya.

Makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya ini, kata dia, jika dikonsumsi oleh anak-anak sekolah dapat menurunkan daya ingat. Selain itu dalam jangka panjang juga dapat menimbulkan penyakit kanker, lumpuh, struk dan sebagainya.

“Kenyataannya sudah banyak sekali yang terdampak dari makanan berbahaya ini, setiap hari di Rumah Sakit Surabaya selalu ada orang yang melakukan cuci darah karena terdampak jajanan bahaya. Di Bojonegoro juga ada banyak,” tandasnya.

Ditambahkan, usai dilakukan uji laboratorium selama tujuh hari di kantor Dinkes Bojonegoro, puluhan sample makanan yang dibawa tersebut akan dikembalikan lagi ke kantin sekolahan masing-masing untuk dipaparkan kepada penjual maupun kepada siswa-siswi. Tujuannya, agar para penjual maupun siswa mengetahui mana jajanan yang layak dikonsumsi atau tidak.

“Seperti yang kita lakukan di salah satu sekolahan di Kota Bojonegoro beberapa waktu lalu, dari 19 jenis makanan yang kita uji terdapat 15 jenis makanan yang tidak layak dikonsumsi, karena mengandung zat berbahaya dan lain sebagainya. Disini (SMAN 1,red) juga akan kita lakukan uji lab,” urainya.

Ke depan, kegiatan sidak jajanan di sekolahan ini akan terus berlanjut. Hal itu menyusul adanya program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

“Bukan hanya di sekolah, kita juga akan melakukan pemeriksaan makanan yang dijual di beberapa kios, warung dan pertokoan di Bojonegoro,” pungkasnya. (rin/*acw)

Leave a Comment