Share

Masyarakat Harus Pahami Esensi Perda Konten Lokal

Bojonegoro (Media Center) – Adanya Perda 23/2011 tentang Konten Lokal yang selama ini dianggap sebagai senjata oleh warga Bojonegoro khususnya sekitar proyek migas baik Lapangan Banyuurip Blok Cepu maupun sumur Sukowati Blok Tuban ternyata tidak sepenuhnya dirasakan keampuhannya.

Direktur Utama PT Unggul Setia Persada (USP) ,Yuda Alamsyah mengatakan selama ini masyarakat masih kurang memahami Perda Konten lokal. Karena yang sangat penting dan dimengerti adalah Substansi dari Perda itu sendiri.

“Kalau kita bicara Perda 23/2011 dan mengarah pada pemanfaatan kandungan lokal baik naker atau kontraktor pasti hukumnya wajib. Akan tetapi itu tergantung management dari Operator Migas, apakah sudah berhasil menerapkan Perda itu atau belum,” katanya.

Sehingga, lanjut dia,  sebagai masyarakat Bojonegoro yang notabene memiliki hak atas tanah yang telah beralih fungsi menjadi Ladang Migas, tentu saja jangan berpangku tangan dengan mengandalkan pekerjaan yang belum tentu didapatkan. Seperti yang terjadi saat ini manakala tuntutan pekerjaan menjadi hal utama karena merasa belum ikut serta dalam proyek migas.

“Hal-hal itulah yang membuat kami sebagai pemuda Karang Taruna berfikir bagaimana caranya bisa melibatkan diri dan menangkap peluang usaha yang ada,” katanya.

Dia mengaku, merasa prihatin karena masih ada teman-teman yang melakukan demo atau aksi damai, karena sebenarnya semua ini miss communication saja. Andaikan semua bisa dibicarakan baik-baik pasti ketemu jalan keluar.

“Intinya jangan ada dusta diantara kita,” tegasnya. (rin/*acw)

Leave a Comment