Share

Mengganggu Pengguna Jalan, Disnakertransos Mulai Data Anjal

Bojonegoro (Media Center) – Maraknya anak jalanan (Anjal) yang berada di beberapa titik di Bojonegoro meresahkan masyarakat dan pengguna jalan. Menurut beberapa pengakuan warga, anak jalanan ini kerap meminta uang kepada para pengendara mobil atau motor bahkan dengan memaksa dan mengancam.

Hingga saat ini, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro mulai melakukan pendataan anak jalanan  dan punk di tahun 2015. Sementara anak jalanan yang telah diamankan di tahun 2014 lalu telah dikembalikan dan dipulangkan pada keluarga masing-masing serta ditampung di rumah singgah di Surabaya.

Pendataan ini, menurut Dwi Harningsih, Kabid Bimbingan Rehabillitasi dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial, berlokasi di titik-titik yang sering terdapat anjal.

“Seperti di lampu merah pasar Krempyeng, terminal lama sampai terminal Rajekwesi,” ujarnya.

Setelah didata, jika dinilai mengganggu ketertiban, anjal ini akan dibina dan selanjutnya dipulangkan ke rumah masing-masing. Tak hanya dari Kabupaten Bojonegoro, anak jalanan yang beroperasi di wilayah Kota Bojonegoro ini juga berasal dari luar kabupaten.

“Baik dari Bojonegoro maupun dari luar kota tetap kita pulangkan. Tetapi sebelumnya kami beri pembinaan. Jika orang tua mengijinkan, mereka juga bisa diasramakan selama 6 bulan untuk dapat pendidikan dan melanjutkan sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu, Mardi, warga Bojonegoro mengakui keberadaan anak jalanan cukup meresahkan pengguna jalan. Ia mengaku pernah diminta uang, rokok dan mendapat ancaman.

“Awalnya iba, tapi lama kelamaan merasa terganggu. Bahkan sempat mengancam mau membaret mobil jika tak diberi,” pungkasnya.  (lya/*acw)

Leave a Comment