Share

Menteri ESDM Letakkan Batu Proyek Gas JTB

Bojonegoro, 26/9 (Media Center) – Menteri ESDM Ignasius Jonan meletakkan batu pertama pembangunan proyek lapangan gas unitisasi Jambaran-Tiung Biru (TBR) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dengan alokasi anggaran 1,547 miliar dolar Amerika Serikat, Senin (25/9).

“Pemerintah menghemat anggaran sekitar 700 miliar dolar Amerika Serikat dalam mengerjakan proyek gas JTB,” kata dia, dalam sambutannya.

Ia menyebutkan pengembangan lapangan gas JTB bisa dilaksanakan setelah ada pengurangan “plant of development” (POD) proyek pengembangan lapangan gas JTB dari 2,1 miliar Dolar Amerika Serikat menjadi 2,547 miliar dolar Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, katanya, terlaksananya proyek gas JTB juga karena PT Pertamina EP dengan PLN sudah ada perjanjian pembelian gas produksi JTB dengan harga 7,6 dolar Amerika Serikat/juta standar kaki kubik per hari (million metric standard cubic feet per daya/MMSCFD).

Sesuai rencana gas lapangan JTB yang akan berproduksi sebesar sebesar 330 juta standar kaki kubik per hari, di antaranya sebesar 172 juta standar kaki kubik per hari akan didistribusikan melalui pipa transmigis gas Greesik-Semarang, berdiameter 28 inchi.

Saat ini, Pertamina melalui anak perusahaan PT Pertamina Gas (Pertagas) tengah menyelesaikan pembangunan pipa Gresik Semarang sepanjang 267 kilometer dengan investasi 515,7 juta dolar Amerika Serikat.

“Pekerjaan proyek gas JTB bisa selesai 3,5 tahun, sehingga sudah berproduksi pada 2021,” katanya menegaskan.

Ia meletakkan batu batu pertama pengembangan lapangan gas JTB dengan didampingi Bupati Bojonegoro Suyoto, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, dan DIrektur Utama PT Pertamina EP (Persero) Elia Massa Manik dan Direktur PLN, juga jajaran undangan lainnya. (*/mcb)

Leave a Comment