Share

Monitoring Masyarakat Tangguh Bencana, PMI Pusat Kunjungi Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Palang Merah Indonesia (PMI) pusat melakukan kunjungan ke PMI Bojonegoro. Hal ini dilakukan sebagai langkah monitoring program PMI yang bekerjasama dengan Perhimpunan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang juga menggandeng lembaga swasta yakni Zurich Insurance, Rabu (11/3/2015). Program ini diterapkan ke beberapa daerah rawan bencana banjir akibat luapan sungai besar di Indonesia.

“Ada tiga sungai yang kita plot di Indonesia yakni sungai Ciliwung, Citarum dan Bengawan Solo,” ujar Teguh Wibowo, Program Manajer PMI Pusat saat melakukan monitoring di Bojonegoro.

Program yang kini tengah digalakkan ini mengarah untuk peningkatan kapasitas warga sekitar lokasi terdampak banjir luapan sungai. Dan dari program ini, PMI menjadikan Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk untuk menjadi pilot project.

“Untuk kegiatan di sungai Bengawan Solo diawali sejak Februari kemarin, sesegera mungkin dilanjutkan ke lapangan,” lanjutnya.

Dalam kunjungan ini, lanjut Teguh, tim monitoring akan memetakan kendala yang terjadi di lapangan. Sejauh ini, proses awal pelaksanaan program dinilai tak ada kendala yang berarti bahkan menuai antusias, baik dari pemerintah daerah hingga masyarakat yang menjadi sasaran.

Sementara itu, Sukohawidodo, Ketua markas PMI cabang Bojonegoro mengatakan, program Masyarakat tangguh bencana ini nantinya tak hanya diterapkan di Desa Tulungrejo, namun selanjutnya akan diperluas ke desa-desa sekiarnya seperti desa Trucuk dan Sumbangtimun, Kecamatan Trucuk.

“Kita berusaha merubah mindset warga terdampak agar siap saat menyikapi bencana banjir,” lanjut Suko.

Berdasarkan data, seluruh desa di Kecamatan Trucuk dipastikan terdampak banjir saat Bengawan Solo meluap. Dari total 12 desa jumlah terdampak mencapai 5.742 KK dan 491 hektar lahan pertanian.(lya)

Leave a Comment