Share

Mulai 16 April, Minuman Beralkohol Hilang Dari Pasaran

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh toko, Supermarket, Hypermarket dan swalayan di Bojonegoro untuk menarik penjualan minuman beralkohol. Dipastikan, pada 16 April 2015 mendatang, minuman beralkohol tak bisa diperjualbelikan di swalayan hingga toko di Bojonegoro.

Dikatakan Yudhistira A. Nugraha, Kabid Usaha dan Perdagangan Disperindag Bojonegoro, hal ini merupakan tindak lanjut atas terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan RI (Permendagri) nomor 6 tahun 2015 tentang perubahan Permendagri nomor 20 tahun 2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol.

“Tanggal 25 Februari kemarin sudah kami surati semua swalayan, minimarket dan toko di Bojonegoro,” terang Yudhis.

Ia menegaskan, pihaknya memberi kesempatan kepada para pedagang untuk menghabiskan stok dan menarik minuman beralkohol mulai tanggal 16 April nanti. Dia menyebutkan, hal ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

“Peraturan ini berlaku paling lambat mulai 16 April. Sebelum itu, pedagang diharapkan menjual minuman beralkohol dengan beberapa syarat,” tukasnya.

Syarat dan ketentuan ini, lanjut Yudhis adalah dengan memisahkan minuman beralkohol ini dengan minuman non alkohol lainnya. Hal ini lantaran di beberapa minimarket, pengelola seringkali menempatkan minuman beralkohol bersama minuman lainnya. Selain itu, pembeli diharuskan berumur diatas 21 tahun dengan menunjukkan kartu identitas.

“Namun tak sembarang toko atau swalayan yang boleh menjual, hanya yang memiliki Surat Keterangan Pengecer Minuman Beralkohol Golongan A (SKP-A) yang masih bisa menjual,” tegasnya.

Untuk memastikan para pengelola toko maupun swalayan mentaati peraturan ini, Disperindag Bojonegoro akan melakukan razia dan sidak untuk memantau peredaran dan penjualan minuman beralkohol.  (lya/*acw)

Leave a Comment