Share

Musim Hujan, Underpass Stasiun Tobo Digenangi Air

Tembok jalan terowongan bawah tanah (under pass) yang dibangun di sekitar Stasiun Tobo di Dusun Tobo, Desa Kendung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, retak. Akibatnya, air merembes dan menggenangi lantai terowongan bawah tanah tersebut.

Bojonegoro (Media Center) – Tembok jalan terowongan bawah tanah (under pass) yang dibangun di sekitar Stasiun Tobo di Dusun Tobo, Desa Kendung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, retak. Akibatnya, air merembes dan menggenangi lantai terowongan bawah tanah tersebut.

Under pass sepanjang 30 meter dengan lebar 3,2 meter serta tinggi 4 meter ini selesai dibangun pada akhir November lalu dan mulai difungsikan. Meski belum diresmikan, namun menurut Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Tobo, Juliar, terowongan ini digunakan staf PT. KAI untuk keluar masuk Stasiun Tobo.

“Pegawai yang hendak keluar masuk ke Stasiun Tobo ya melalui jalan terowongan itu,” ujarnya.

Namun, memasuki musim hujan banyak genangan di parit sekitar kawasan Stasiun Tobo yang merembes dan masuk ke terowongan bawah tanah hingga menggenangi lantai terowongan. Genangan setinggi lima centi meter ini membuat jalan terowongan bawah tanah itu tidak nyaman dilalui.

“Di beberapa titik tembok jalan terowongan itu memang retak. Akibatnya, air merembes masuk lalu menggenangi jalan terowongan itu,” ujarnya.

Menurutnya, untuk sementara jalan terowongan bawah tanah itu baru diujicoba dilewati oleh para pegawai dan petugas kereta api di Stasiun Tobo. Selama masa uji coba, kata dia, jika ada kerusakan masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor pelaksana untuk memperbaikinya.(**mcb)

Leave a Comment