Share

Musim Kemarau, Petani Diimbau Tak Tanam Padi

Bojongoro (Media Center) – Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro telah menginstruksikan kepada semua petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk menghimbau kepada petani agar tidak menanam padi pada musim kemarau. Tujuannya untuk menghindari kerugian akibat gagal panen.

“Petani bisa menanam tanaman yang tidak banyak membutuhkan air, seperti palawaji,” saran Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Ahmad Jupari.

Sementara itu sesuai pantauan di lapangan, memasuki musim kemarau petani di Bojonegoro mulai kesulitan mendapatkan air untuk persawahan. Akibatnya, lahan sawah yang kini ditanami padi kekurangan air.

Petani Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Mutohar (43), mengatakan, kondisi anak Sungai Bengawan Solo kini telah menyusut drastis. Sebelumnya, air di sungai itu masih bisa diambil dengan cara disedot dengan diesel lalu dialirkan pada persawahan.

“Sekarang kondisinya mengering,” ujarnya.

Dia mengungkapkan petani telah melakukan tanam padi kedua. Tanaman tersebut kini sudah berumur 20 sampai 30 hari. Saat tanam pertama, kata dia, sawahnya masih banyak air sisa hujan. Namun, sejak satu minggu terakhir air di sawahnya mulai habis dan kini tanahnya sudah mulai pecah-pecah.

“Kalau dalam waktu satu minggu ke depan masih tidak mendapat air, tanaman padi ini terancam mati,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dirasakan para petani di Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor. Para petani kesulitan mencari air untuk mengairi tanaman padinya.

Sementara itu, Camat Kanor, Subiyono, mengatakan, tanaman padi yang lokasinya dekat dengan Sungai Bengawan Solo kemungkinan masih bisa panen karena kecukupan air, tetapi yang jauh dari sungai kemungkinan gagal.

“Saat ini sudah ada sekitar 40 hektare tanaman padi di kecamatan setempat,” terangnya.

Selain di Kecamatan Kanor, beberapa kecamatan di Bojonegoro, seperti Baureno, Balen, Kapas, Sumberejo, Kepohbaru, Dander, Gayam, dan lainnya juga melakukan tanam padi kedua di tahun 2015 ini. Keluhan mereka juga sama yakni kekurangan air.(dwi/*mcb)

Leave a Comment