Share

Musim Kemarau Tiba, Bojonegoro Siap Atasi Kekeringan

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, ada 47 desa yang terancam kekeringan. Sementara dari jumlah tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan ada 22 desa yang dapat dikategorikan bakal dilanda kekeringan kritis.

Bojonegoro (Media Center) – Datangnya musim kemarau, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jawa Timur segera melakukan langkah antisipatif. Termasuk prakiraan mengenai dampak El Nino, yang menyebabkan musim kering di menjadi lebih panjang.

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, ada 47 desa yang terancam kekeringan. Sementara dari jumlah tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan ada 22 desa yang dapat dikategorikan bakal dilanda kekeringan kritis.

“Desa yang kering kritis ini karena jarak tempuh ke sumber air terdekat lebih dari 3 km,” ujar Amir Said, Kepala BPBD Kabupaten Bojonegoro. Untuk mengantisipasinya, BPBD telah berkoordinasi dengan berbagai pihak lainnya, diantaranya adalah dengan Disnakertransos dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Alurnya adalah segera melakukan assesmen sesaat setelah ada permintaan dari warga, utamanya yang terkait dengan dropping air bersih bersih.

Pad tahun ini, Pemkab Bojonegoro telah memasang tandon-tandon penampungan di sejumlah desa yang kerap terdampak kekeringan. Hal ini agar proses droping bisa lebih cepat dan memudahkan warga. (*/lyamcb )

Leave a Comment