Share

Olah Kotoran Ternak, Warga Gayam dapat Bantuan 45 Reaktor Biogas

Bojonegoro, Media Center – Besarnya potensi peternakan di wilayah Gayam, Kabupaten Bojonegoro, menjadi peluang untuk menciptakan energi terbarukan. Kotoran ternak dapat diolah menjadi biogas untuk memasak dan penerangan. Sementara limbah dari biogas dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk pertanian yang ramah lingkungan.

Pengolahan kotoran ternak menjadi energi alternatif ini telah dilaksanakan oleh warga Desa Gayam. Untuk mendukung kreatifitas warga tersebut, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas memberikan bantuan
45 unit reaktor biogas. Penyerahan reaktor biogas tersebut dibarengi dengan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Sumurpandan, Kamis (31/10/2019).

Kepala Bidang Konservasi Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Murty Asih Fatima, mengapreasiasi inisiatif EMCL atas berjalannya program ini. Menurutnya, program biogas sejalan dengan upaya pemerintah dalam pengolahan limbah menjadi energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan.

“Semoga masyarakat bisa memanfaatkan program biogas dengan sebaik-baiknya,” ujar Murty.

Sebelumnya, sebanyak 126 reaktor biogas telah dipasang di Desa Gayam hingga Agustus 2019.

“Manfaat biogas ini juga bagus untuk pertanian, karena dapat menghasilkan pupuk organik. Ayo kita saling guyub dalam memanfaatkan peluang yang ada di wilayah Gayam ini,” sambung Camat Gayam, Agus Haryana.

Pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas ini juga mendapat apresiasi SKK Migas, karena dapat meningkatkan pendapatan dan keahlian masyarakat.

“Salah satu manfaat biogas untuk rumah tangga adalah sebagai sumber untuk memasak, semoga dapat membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk gas LPG,” ujar Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Singgih Putra Perdana.

Selain Biogas, adanya instalasi PLTS diharapkan dapat membantu penerangan akses jalan utama di Desa Gayam yang selama ini masih gelap.

Perwakilan Humas EMCL, Beta Wicaksono, menyampaikan program biogas ini merupakan bentuk komitmen EMCL terhadap pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi, khususnya dalam memanfaatkan energi baru dan terbarukan.(Dwi)

Leave a Comment