Share

Operasi Pasar, Harga Beras Berangsur Turun

Bojonegoro (Media Center) – Operasi pasar yang digelar sejak Jumat lalu (27/2/2015), mulai menggiring penurunan harga beras di pasaran Bojonegoro. Harga beras yang beberapa pekan lalu berkisar antara Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per kilogram dengan kualitas standar, saat ini mengalami penurunan harga mulai Rp 300 hingga Rp 400 rupiah per kilogram.
Kasi Usaha Sarana Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro, Didik Hari mengatakan, saat ini di beberapa pasar di Bojonegoro harga beras terendah berkisar antara Rp 8.600 hingga Rp 8.700 per kilogram.
“Dengan operasi pasar, saat ini mulai ada penurunan sedikit untuk harga beras. Jika kemarin harga terendah Rp 9.000 saat ini sudah turun di angka Rp 8.600 per kilogram,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Rabu (4/3/2015).
Didik menyebutkan, operasi pasar masih akan terus digelar hingga harga benar-benar stabil. Ia mengaku, hingga kini, pihaknya bersama Bulog telah menjadwalkan operasi pasar hingga tanggal 13 Maret 2015 nanti.
“Kita akan lakukan operasi pasar terus menerus hingga harga stabil dan merata di Bojonegoro,” lanjutnya lagi.
Tingginya harga beras ini, menurut Didik disebabkan berbagai hal. Selain gagal panen di beberapa daerah yang membuat banyak tengkulak masuk ke Bojonegoro, tingginya harga beras ini juga disebabkan beras murah jatah dari bulog baru keluar mulai Februari.
“Hal ini sering terjadi karena masyarakat yang menggunakan beras murah sementara beralih menggunakan beras dengan kualitas standar. Meski stok mencukupi, namun permintaan meningkat dari dalam dan luar daerah,” pungkasnya. (lya/*acw)

Leave a Comment