Share

Optimalkan Peran Warga Wujudkan Desa Sehat dan Cerdas

Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC) yang baru dilaunching Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro beberapa waktu lalu, mulai dilaksanakan desa dan kelurahan di wilayahnya.

Bojonegoro (Media Center) – Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC) yang baru dilaunching Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro beberapa waktu lalu,  mulai dilaksanakan desa dan kelurahan di wilayahnya. Salah satunya Kelurahan Sumbang, Kecamatan Kota, Bojonegoro.

Kepala Kelurahan Sumbang, Junaidi menerangkan, untuk mendukung gerakan Desa Sehat dan Cerdas ini pihaknya lebih memakismalkan peran warga. Seperti melaksanakan kerja bakti rutin yang dilaksanakan setiap sebulan dua kali mulai tingkat rukun tetangga (RT)  untuk mewujudkan lingkungan yang sehat. Serta penaman pohon dan pembuatan taman di masing-masing RT.

“Sekarang setiap hujan deras lingkungan Sumbang sudah tidak lagi banjir karena warga sudah melakukan pengerukan saluran air di masing-masing RT,” tegas Junaidi.

Di bidang pendidikan, lanjut dia, warga juga berpartisipasi dalam pembangunan Gedung Pendidikan Anak Usia Dini yang saat ini sudah ditempati. “Bahkan alat permainan untuk anak-anak juga dari swadaya warga,” ujar Junaidi.

Dia menambahkan, pihaknya juga mendorong usaha kecil yang berkembang di wilayahnya. Di antaranya bordir, ronce, meubel, tempe, sari kedelai, exrol waluh (ledre yang terbuat dari waluh). “Usaha ini dapat membantu kaum perempuan dalam menambah pendapatan keluarga,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Djumari, menambahkan, ada delapan parameter untuk mewujudkan Desa Sehat yakni Open Defecation Free (ODF), Sanitasi non ODF, Angka Kematian Ibu –  Angka Kematian Bayi,  Balita Kurang Gizi, Lantai Rumah Sehat,  Lingkungan Sehat, Kepesertaan JKN, Kepesertaan KB.

Sedangkan untuk menuju Desa Cerdas ada sebelas parameter yang harus dipenuhi. Yaitu Lama Belajar, Buta Aksara, Taman Baca Masyarakat, Perpustakaan, Pemanfaatan Lahan, Manajemen Pengelolaan Air, Pemanfaatan Ruang (RTRW), Produksi Pangan, Industri Pengolahan, Penanganan bencana, Infrastruktur desa, Tata Kelola Administrasi Desa yang Baik.

“Gerakan Desa Sehat dan Cerdas adalah sinergitas Pemerintah Kabupaten, Pemerintah desa, Kelurahan dan masyarakat dalam mewujudkan percepatan pencapaian derajat kesehatan dan pendidikan rakyat. sehingga mampu produktif, berdaya saing, mandiri, bahagia dan sejahtera,” sambung Djumari.(dwi/**mcb)

Leave a Comment