Share

Pamerkan Produk Lokal Bojonegoro, Pelantikan Disambut Antusias

Bojonegoro – Pelantikan Ketua dan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro masa bakti 2018 – 2023, Senin (07/06/2021) di Pendopo Malowopati turut memamerkan produk kreatif Bojonegoro. Ada tiga stand, meliputi makanan minuman (mamin), kerajinan tangan atau handycraft, dan batik.

Ketua Asosiasi Produsen Makanan Minuman dan Industri Kreatif Bojonegoro (APMMIK), Kristin menjadi salah satu kelompok industri kecil dan menengah (IKM) yang dipilih memamerkan produk unggulan khas Bojonegoro. Saat ini sudah memiliki kurang lebih 150 anggota pelaku usaha IKM yang saling bersinergi dan memiliki galeri untuk hasil produk mereka. Galeri tersebut tersebar di berbagai daerah di Bojonegoro yaitu, Wedi, Kalitidu, Ngasem, dan di sekretariat kantor yang berlokasi di Sunan Kalijogo.

Sementara itu, produk dari para anggota pelaku usaha IKM juga dititipkannya ke minimarket dan swalayan yang ada di Bojonegoro. Tak sampai situ APMMIK Bojonegoro juga melakukan sinergi dengan kelompok asosiasi kota – kota lain. Dengan harapan mendorong kemajuan IKM yang ada di Bojonegoro.

“Semoga semua pelaku IKM dan masyarakat maupun pemerintah bisa bersinergi untuk memajukan IKM Bojonegoro yang nantinya juga akan menambah pendapatan untuk pembangunan daerah yang lebih baik,” pungkas Kristin.

Salah satu pengurus APMMIK Anna Nurhayati yang juga pemilik Emping Girut mengaku senang. Terlebih lagi, produk emping girutnya berkesempatan berfoto bersama Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak dan juga Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah.

“Alhamdulillah senang sekali. Sekarang sedang persiapan untuk lomba membawa nama Bojonegoro. Dulu reseller baru sedikit, sekarang sudah ada 25 reseller emping girut,” tutur Anna gembira.

Tak hanya APMMIK, Ketua Asosiasi Handycraft Jawa Timur (AHJ) Regional Jawa Timur Siti Nurhidayah mengatakan, turut memperkenalkan produk-produk Bojonegoro dengan membawa produk UMKM seperti tas dari debog pisang, strap masker, kerajinan decoupage, fashion painting dan produk lainnya.

“Kami membawa 4 pengurus perwakilan. Sementara produk yang dibawa banyak sekali. Dengan harapan bisa memperkenalkan produk-produk kerajinan yang khas dari Bojonegoro dan juga turut memberikan kontribusi pada perekonomian.”

Sementara itu, Ketua Paguyuban Perajin Batik Lokal Bojonegoro Ikhda Riesdiana mengatakan, saat ini perajin batik di Bojonegoro kurang lebih ada 25 orang. Namun, tak dipungkiri masih ada perajin batik lokal lainnya yang masih belum terdaftar. Total produk batik khas Bojonegoro yand dipamerkan sebanyak 100 produk dengan 59 motif batik.

“Motifnya khas Bojonegoro macam-macam. Mulai dari motif Waduk Pacal, Kahyangan Api, dan motif Thengul,” pungkas perempuan asal Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro ini. (map/tf/cs/*)

FO : Pengurus Mamin Khas Bojonegoro Menata Produk

Leave a Comment