Share

Panen Raya Melon di Ladang Minyak

di sekitar ladang minyak yang ada di desa Ngampel, Kecamatan Kapas, lahan seluas 2 hektar milik Ahmad justru ditanami melon. Ahmad, yang juga salah satu warga Ngampel ini dibantu beberapa pekerjanya untuk mengurus ribuan batang tanaman melon yang siap panen.

Bojonegoro (Media Center) – Sebagian besar petani di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merupakan petani padi, namun saat musim kemarau tiba, mereka lebih memilih tanaman lain yang tahan terhadap cuaca panas dan membutuhkan sedikit air. Tanaman yang menjadi pilihan biasanya palawija, seperti jagung, kedelai hingga tembakau.

Namun, di sekitar ladang minyak yang ada di desa Ngampel, Kecamatan Kapas, lahan seluas 2 hektar milik Ahmad justru ditanami melon. Ahmad, yang juga salah satu warga Ngampel ini dibantu beberapa pekerjanya untuk mengurus ribuan batang tanaman melon yang siap panen.

Ia mengaku masih coba-coba bertanam melon di musim kemarau, lantaran di musim kemarau seperti saat ini, ketersediaan air untuk mengairi sawah sangat minim. Dengan masa tanam yang sangat singkat, dalam dua bulan melon ini siap dipanen. Tak hanya masa tanam yang singkat, harga melon pun stabil bahkan bisa mahal sesuai kualitasnya.

“Usia tanaman melon saya ini berkisar 54-65 hari, tetapi sudah ada pembeli dari Malang yang berani menawar dengan harga Rp7.500/kilogram, sedangkan pedagang dari Semarang menawar Rp9.000/ kilogram, tetapi belum saya lepas,” katanya, menegaskan.

Sesuai hasil tes yang dilakukan pembeli asal Malang, katanya, kadar gula melon apollo yang sudah masak yang ditanam itu, mencapai 15 persen. (**mcb )

Leave a Comment