Share

Pangdam Brawijaya Minta Bulog Serap Gabah Petani

Bojonegoro (Media Center) – Panglima Kodam (Pangdam) V Brawijaya Mayjen TNI Sumardi meminta Perum Bulog Sub Divre Jawa Timur, menyerap gabah petani sejak awal panen, agar petani tidak merugi.

“Saya minta Bulog Jawa Timur bisa menyerap gabah petani ketika awal panen Maret-Mei, agar petani tidak merugi,” katanya, menanggapi permintaan seorang petani dalam dialog usai panen tanaman padi di Desa Dengok, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, Sabtu (29/8).

Menurut dia, petani akan merugi kalau harga gabah kering panen (GKP) hanya sebesar Rp2.600/kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga gabah sekarang ini, yang bisa mencapai Rp4.900/kilogram GKP.

“Saya minta kejadian Bulog Jawa Timur, belum melakukan pembelian gabah di awal panen jangan terulang lagi,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Perum Bulog Sub Divre Jawa Timur, Witono, menjelaskan belum turunnya bulog melakukan pembelian gabah petani di awal panen, disebabkan inpres soal harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras belum turun.

“Tapi sekarang ini kami sudah “lincah” melakukan pembelian gabah dan beras, sebab sudah ada HPP,” ucapnya, menegaskan.

Ia menyebutkan perolehan pengadaan beras kualitas premium dengan harga pembelian berkisar Rp8.900-Rp9.200/kilogram, sampai saat ini sudah memperoleh 129 ribu ton dan pengadaan beras kualitas medium mencapai 593.456 ton setara beras.

“Pengadaan beras kualitas premium terus berlanjut. Kalau bisa sebanyak-banyaknya, sebab tidak ada target,” katanya, menegaskan.

Selain menggelar dialog dengan petani, Mayjen TNI Sumardi, dengan didampingi Bupati Bojonegoro Suyoto, dan Komandan Kodim 0813 Letkol Kav. Donova Pri Pamungkas, memanen tanaman padi dengan mesin traktor di Desa Dengok, Kecamatan Padangan.

Selain itu, Mayjen TNI Sumardi, juga menyaksikan pembelian gabah milik petani di desa setempat oleh Bulog Sub Divre III Bojonegoro, dengan harga Rp4.900/kilogram GKP. (sa/mcb)

Leave a Comment