Share

Pantau Pemilu 2014, Bawaslu Jatim Akan Gandeng Pelajar dan Mahasiswa

Mereka diterjunkan untuk mengawasi pelaksanaan pencoblosan dan rekapitulasi suara.

pemilu bojonegoroBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur akan menggandeng dan bekerjasama dengan siswa SMA dan mahasiswa untuk melakukan pengawasan saat pemilu April 2014 mendatang. Mereka diterjunkan untuk mengawasi pelaksanaan pencoblosan dan rekapitulasi suara.

Anggota Bawaslu Jatim Sri Sugeng Pudjiatmiko ditemui di kantornya, Senin (17/2) mengatakan jumlah TPS (tempat pemungutan suara) di Jatim sebanyak 86.385. Namun jumlah PPL (petugas pengawas lapangan) hanya 25.501 orang saja.

“Perbandingannya masih 1 banding 3, satu pengawas mengawasi tiga TPS. Ini jauh dari ideal,“ ujarnya kemarin.

Menurutnya, kata Sugeng, satu TPS diawasi oleh satu PPL. Perbandingan 1:1 itu dinilainya akan sangat efektif mengawasi jalannya penghitungan suara di TPS. Selain melihat langsung kondisi TPS mulai pencoblosan sampai penghitungan, PPL juga akan mendapatkan form C-1 yang berisi rekapitulasi suara caleg dan suara partai di TPS.

Form C-1 ini penting untuk mengetahui ada atau tidaknya kecurangan dalam rekapitulasi ditingkat PPS (panitia pemilihan suara) maupun PPK (panitia pemilihan kecamatan).

Berdasarkan pengalaman, form C-1 ini pernah mengungkap praktik kecurangan berupa mutasi suara di tingkat PPK. “Waktu itu hasil rekap ditingkat PPK berbeda dengan C-1 yang dipegang PPL. Setelah diselidiki, ternyata memang ada kecurangan berupa mutasi suara,“ ungkapnya.

Untuk menyiasati kekurangan PPL itu, pihaknya akan menggandeng institusi pendidikan yakni SMA dan perguruan tinggi. Para siswa maupun mahasiswa akan direkrut menjadi mitra pengawas. “Sebelum hari H pencoblosan, mereka sudah menjadi relawan kami. Nanti di hari pencoblosan, mereka akan diangkat menjadi mitra pengawas,“ kata Sugeng.

Mitra pengawas ini nantinya dibagi menjadi cluster. Untuk Bawaslu Jatim yang akan merekrut mitra pengawas dari mahasiswa perguruan tinggi. Sedangkan Panwaslu kabupaten/kota yang akan merekrut siswa SMA dan anggota ekstra kurikuler, termasuk Pramuka.

Pelibatan mahasiswa untuk pengawasan Pileg sudah pernah dilakukan pada 2009 lalu. Namun untuk siswa SMA, baru Pileg 2014 ini. Direkrutnya mahasiswa dan siswa SMA ini diakui Sugeng karena dari sisi biaya relatif lebih ringan. Mereka biasanya tidak meminta honor yang besar.

Selain itu, idealisme mereka juga masih cukup kuat.“Anggaran kami tidak mencukupi untuk mengangkat PPL lagi. Jadi kami siasati dengan merekrut mitra pengawas dari mahasiswa dan siswa SMA,“ paparnya. (pca/kominfo Prov Jatim)

Leave a Comment