Share

Panwas Bojonegoro Cermati Modus Saat Pungut Hitung

beberapa modus yang sangat mungkin terjadi saat pungut hitung ini seperti adanya kertas suara yang sudah dicoblos dari awal, pemilih yang mencoblos lebih dari satu kali

Bojonegoro (media Center) – Ribuan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) mengikuti Bimbingan Teknis (bimtek), Sabtu (5/4/2014) di gedung Islamic Center, acara yang digelar di hari terakhir masa kampanye ini dibuka langsung oleh Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto, M.Si. Dalam acara yang diikuti 1.456 PPL dan 84 Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) ini difokuskan untuk membahas teknik pungut hitung.

Bimtek tersebut sengaja dilaksanakan pada hari terakhir masa kampanye, hal itu dirasa merupakan waktu yang paling tepat, lantaran saat memasuki masa tenang Panwas akan sibuk memantau dan menertibkan keberadaan alat peraga kampanye (APK). Dalam kesempatan ini juga dijelaskan soal kerawanan terjadinya pelanggaran dalam tahapan pemilu ini. “Potensi pelanggaran saat pungut hitung ini yang harus dipelajari karena banyak modus-modusnya,” ujar Ketua Panwas Kabupaten Bojonegoro, Mustofirin.

Dijelaskannya, beberapa modus yang sangat mungkin terjadi saat pungut hitung ini seperti adanya kertas suara yang sudah dicoblos dari awal, pemilih yang mencoblos lebih dari satu kali, hingga adanya kecurangan lainnya yang mungkin terjadi. “Hukumannya langsung masuk ranah pidana,” tegas pria yang juga mantan wartawan ini.

Ia juga memperingatkan bagi Panwas maupun PPL serta petugas lainnya yang turut andil dalam pesta demokrasi ini agar tidak main-main. “Momen pungut hitung ini jantungnya pemilu, jadi siapapun tidak boleh main-main di jantung pemilu ini,” tutupnya.(*/lyamcb)

Leave a Comment