Share

Parade Perahu Hias, Penambang Bongkar Pasang Jembatan Berkali-kali

Pelaksanaan parade perahu hias pada Kamis (16/10/2014), nampaknya memberi kesan tersendiri bagi beberapa penambang perahu yang dilintasi rute parade. Untuk melancarkan kegiatan ini, para penambang yang di musim kemarau ini membangun jembatan harus berkali-kali melakukan bongkar pasang jembatan bambu untuk dilalui perahu yang menjadi peserta.

Bojonegoro (Media Center) – Pelaksanaan parade perahu hias pada Kamis (16/10/2014), nampaknya memberi kesan tersendiri bagi beberapa penambang perahu yang dilintasi rute parade. Untuk melancarkan kegiatan ini, para penambang yang di musim kemarau ini membangun jembatan harus berkali-kali melakukan bongkar pasang jembatan bambu untuk dilalui perahu yang menjadi peserta.

Salah satu penambang di Jalan Prajurit Abu, Suprayitno, mengungkapkan, jembatan ini merupakan akses utama dan tercepat untuk menghubungkan Desa/Kecamatan Trucuk dengan Bojonegoro. Otomatis, para pengguna jembatan yang akan melintas harus menunggu saat jembatan dibongkar-pasang.

“Dengan adanya parade ini, saya bersama tiga orang lainnya melakukan bongkar pasang hampir empat kali tanpa ada upah sedikitpun,”keluhnya.

Pria yang mengoperasikan tambangan dan jembatan selama puluhan tahun ini mengungkapkan, belum ada sosialisasi atau pemberitahuan apapun mengenai kegiatan yang diperkirakan berlangsung hingga malam tiba.

“Susahnya berlipat ganda, sudah tidak dapat ganti rugi, keluar keringat, lelah, ga dapat uang dari penyebarang, kasihan kalau ada warga yang ingin segera ke kota,” ímbuhnya.(**mcb)

Leave a Comment