Share

Pasien DB di Padangan Meningkat

Pasien Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Bojonegoro semakin tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seperti di Kecamatan Padangan, jumlah penderita DB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan Bojonegoro selama 2014 mencapai 37 pasien, sedangkan selama 2013 lalu hanya 28 pasien.

Bojonegoro (Media Center) – Pasien Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Bojonegoro semakin tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seperti di Kecamatan Padangan, jumlah penderita DB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan Bojonegoro selama 2014 mencapai 37 pasien, sedangkan selama 2013 lalu hanya 28 pasien.

Menurut Direktur RSUD Padangan Bojonegoro, Ninik Susmiati, serangan penyakit demam berdarah rawan terjadi saat peralihan musim dari kemarau ke musim hujan. Sebab, kata dia, genangan air hujan yang ada di kolam atau wadah barang bekas mudah ditempati berkembangbiak nyamuk demam berdarah atau dikenal dengan sebutan nyamuk aedes aegypti.

“Saat ini saja sedikitnya ada empat pasien yang dinyatakan terjangkit demam berdarah. Saat ini mereka menjalani perawatan intensif di RSUD Padangan,” ujarnya.

Menurutnya, pada musim hujan serangan demam berdarah jauh lebih mudah. Akan tetapi, sebetulnya masyarakat bisa memberantas atau mencegah penyebab terjadinya penyakit tersebut dengan cara menerapkan 3M yaitu menutup, menguras, dan mengubur barang bekas yang bisa menampung air.

BOJONEGORO – Jumlah penderita demam berdarah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan Bojonegoro selama 2014 meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2013. Hingga Desember ini jumlah penderita DBD yang dirawat di RSUD Padangan mencapai 37 pasien, sedangkan selama 2013 lalu hanya 28 pasien.

Menurut Direktur RSUD Padangan Bojonegoro, Ninik Susmiati, serangan penyakit demam berdarah rawan terjadi saat peralihan musim dari kemarau ke musim hujan. Sebab, kata dia, genangan air hujan yang ada di kolam atau wadah barang bekas mudah ditempati berkembangbiak nyamuk demam berdarah atau dikenal dengan sebutan nyamuk aedes aegypti.

“Kalau pengasapan (fogging) itu bersifat sementara, hanya membunuh nyamuk yang besar. Yang terpenting ya menjaga 3M,” jelas Ninik.

Pihaknya tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat dan menghindari genangan air di sekitar rumah. Ia menegaskan foging hanya membunuh nyamuk dewasa, tapi tak berdampak pada telur maupun jentik nyamuk di dalam air.(**mcb)

Leave a Comment