Share

Pastikan Banjir Bojonegoro Bukan Dari Bendungan Wonogiri

Bojonegoro (Media Center) – Perum Jasa Tirta Wilayah Bengawan Solo memastikan, Bendungan Serbaguna Wonogiri (selama ini disebut Waduk Gajah Mungkur) di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, bukan penyebab utama adanya status siaga maupun bajir di Kabupaten Bojonegoro saat musim penghujan.

Hal ini dijelaskan pada saat Bupati Suyoto, Wakil Bupati Setyo Hartono, beserta jajaran Muspida melakukan kunjungan kerja untuk mengetahui cara pengelolaan air di bendungan yang dibangun pada era Presiden Soeharto, Rabu (18/2/2015).

“Dalam operasionalnya, bendungan Wonogiri menggunakan pola air sesuai dengan Keputusan Menteri PU No 22 tahun 1986, disana berapa debit yang dikeluarkan dan teknisnya sudah tertera semuanya,” ujar Kadiv Perum Jasa Tirta I Wilayah Bengawan Solo, Winarno Susiladi saat melakukan paparan di kantor perum jasa tirta setempat.

Dia menjelaskan, pada tanggal 10 Februari 2015 lalu, Bojonegoro masuk pada siaga hijau dengan elevasi debit air 1700 meter kubik per meter. Limpahan air tersebut berasal dari Solo 30 jam sebelumnya sebesar 550 meter kubik per detik, dan dari Madiun 12 jam sebelumnya sebesar 300 meter kubik per detik, akibat curah hujan yang tinggi.

“Sehingga, luapan sungai Bengawan Solo di Bojonegoro bukan dari pelepasan bendungan Wonogiri yang hanya sekitar 100 meter kubik per detik,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, selama ini dalam pola operasi bendungan Wonogiri bagi masyarakat setempat adalah digunakan untuk pengendalian banjir, penyediaan bahan baku air terutama di musim kemarau, ketahanan pangan, PLTA, kebutuhan industri dan lain-lain.

“Pada elevasi yang cukup tinggi yakni 135,5 meter kubik per detik, harus segera dilepas. Agar ruang tampung di waduk bisa sesuai,” lanjutnya.

Sementara itu Bupati Suyoto, merasa puas dengan keterangan yang didapat bagaimana pola pengendalian air di bendungan Wonogiri. Hal ini menjawab semua pertanyaan berbagai pihak bagaimana luapan sungai Bengawan Solo terjadi.

“Jadi tidak perlu menyalahkan lagi pengelolaan di bendungan Wonogiri ini, karena pengaruhnya tidak terlalu besar pada sungai Bengawan Solo di  Bojonegoro,” pungkasnya. (rin/*acw)

Leave a Comment