Share

Pemerintah Naikan Harga Gabah

Bojonegoro (Media Center) – Memasuki musim tanam kedua tahun 2015 ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro telah mengumumkan Instruksi Presiden (Inpres) yang mengatur kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras. Inpres ini untuk mengantisipasi anjloknya harga komoditas tersebut pada saat musim panen.

Basuki, Kepala Disperindag Bojonegoro menyatakan, kebijakan ini akan menjadi payung hukum bagi Perum Bulog menyerap gabah dan beras Petani. Harga gabah menurut HPP tahun 2015, gabah kering sawah senilai Rp3.700/kg di petani atau Rp3.750/kg di penggilingan. Dengan kadar air gabah 24% dan nilai hampa 10%. Harga ini mengalami kenaikan 10,4% dari HPP tahun 2012.

Sementara itu, harga pembelian Gabah Kering Giling (GKG) dengan kualitas kadar air minum 14 persen dan kotoran maksimum 3 persen adalah Rp4.600/kg di penggilingan atau Rp4.650/kg di gudang Bulog.

“Harga ini disesuaikan agar kesejahteraan petani meningkat dan petani tak terlalu berat,” lanjut Basuki di hadapan peserta Dialog Jumat di Pendopo Malowopati, Jumat (20/3/2015) kemarin.

Basuki menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog Sub Divre III Bojonegoro. Menurutnya, pihak mitra kerja Bulog telah siap melakukan pembelian gabah mulai minggu depan.

Sementara itu, Basuki menyebutkan, saat ini harga gabah snagat rendah di beberapa wilayah di Bojonegoro. “Misalnya seperti di Balen. Harga gabah kering sawah hanya berkisar Rp3.300 sampai Rp3.500/kg,” imbuhnya.(Lya/dwi)

Leave a Comment