Share

Pemimpin Harus berfungsi Melayani, Mengayomi, Mengasuh dan mencerahkan

Bojonegoro (Media Center) – Pemimpin itu tidak harus menduduki jabatan, bisa saja orang yang bukan mengemban amanah justru disebut sebagai pemimpin. Karena seorang yang bisa mempengaruhi itu bisa disebut sebagai pemimpin. Hal itu dikatakan Bupati Bojonegoro Suyoto dalam Diklat kepemimpinan Tingkat IV Angkatan LVIII Pola Kemitraan tahun 2015, Selasa (12/5).

Menurut bupati, seorang pemimpin, staf dan pelayan masyarakat harus mengedepankan pada among roso. Amongroso, lanjut Kang Yoto, didalamnya ada fungsi melayani, mengayomi dan mengasuh serta mencerahkan sekaligus memberdayakan.

“Maka kepemimpinan yang baru tidak disebut sebagai kepemimpinan yang instruktif namun kepemimpinan yang inspiring,” tegasnya dihadapan 40 peserta diklat.

Pria kelahiran Bakung, Kanor itu menambahkan, model kepemimpinan bukan lagi instruksi namun kreasi, saling mempengaruhi dan menciptakan. Untuk mempengaruhi haruslah menginspirasi.

“Perubahan paradigma belajar yang sebelumnya adalah learn to do kemudian berkembang menjadi Learn to think. Dan diabad  21 ini pemimpin adalah Learn to touch yakni belajar harus bisa menyentuh,” ujar bupati Bojonegoro 2 periode itu.

Kang Yoto menjelaskan, orang-orang yang sukses adalah yang bekerja dengan perasaan, selain itu mereka hadir dengan segenap jiwa dan raganya. Turut hadir dan merasakan, bukan tidak hadir. Itu menjadi prasyarat utama pegawai dan pemimpin untuk bisa sukses yakni menggunakan perasaan dan hadir.

“Hadir dengan perasaan dalam hal ini adalah  bukan sembarang perasaan namun perasaan yang diliputi dengan rasa penuh kasih sayang. Bukan sebaliknya, perasaan yang benci yang dikedepankan karena akan berdampak pada perasaan dan pikiran yang terkunci,” terang ayah 3 putera ini. (tik/*acw)

Leave a Comment