Share

Pemkab Bojonegoro Susun Perbup Untuk Tanggulangi HIV/AIDS dan TB

Bojonegoro, 15/2 (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro saat ini masih menyusun Peraturan Bupati (Perbup) sebagai turunan dari Peraturan Daerah nomor 12 tahun 2017 tentang Penanggulangan HIV/Aids dan Tuberkolusis (TB) di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam Perbup tersebut diantaranya akan menjelaskan setiap pasal yang ada di Perda 12 tahun 2017 itu.

Seperti misalnya, pada Pasal 48 dan Pasal 49. Pada pasal 48 misalnya, disebutkan bahwa calon pengantin wajib melakukan konseling dan tes pemeriksaan HIV/Adis dan TB.

“Pada Pasal 48 itu untuk tes pemeriksaan HIV/Aids dan TB ini sifatnya tidak wajib. Karena itu menjadi hak masing-masing calon pengantin,” ujar Kepala Sekretariat KPA Bojonegoro, Johny Nurhariyanto.

Sementara, pada Pasal 49 menyebutkan setiap pasien HIV/Aids dan TB wajib mengkonsumsi obat secara teratur selama enam bulan.

Hal ini, dalam implementasinya, juga tidak bisa diterapkan. Karena bagi penderita HIV/Aids harus mengkonsumsi obat seumur hidup.

“Kalau TB paket pengobatannya enam bulan harus rutin harus konsumsi obat,” jelasnya.

Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, dr. Wenny Diah P, mengatakan, pada Perda 12 tahun 2017 tekah tercantum mulai dari pencegahan, pengobatan, larangan dan kolaborasi TB dan HIV/Aids diatur di dalamnya. Sehingga memudahkan dalam penanganannya.

Sementara data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, pada tahun 2017, jumlah penderita HIV/Aids sebanyak 176 penderita.

Sedangkan untuk penderita TB ada 1.784 kasus. Jumlah temuan kasus itu lebih besar dari target temuan sebanyak 1.696 kasus.

Dinas Kesehatan menarget temuan pada tahun 2018 naik 48 persen, dengan angka insident sekitar 33 persen. Target temuan ini untuk menemukan pemetaan dan penanganan.

” Semua pasien TB nantinya dilakukan pemeriksaan tes HIV/Aids untuk pengendalian penyakit TB jika didalam tubuhnya ada virus HIV,” pungkasnya.(*dwi/mcb)

Leave a Comment