Share

Pemkab Mukomuko Kunjungi Bojonegoro Untuk Studi Banding

Bojonegoro, 28/2 (Media Center) – Bupati serta pejabat pemerintahan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu berkunjung ke Kabupaten Bojonegoro. Dalam kunjungan yang dilakukan pada Rabu (28/2) ini, bertujuan untuk studi banding serta bertukar pikiran dengan Bupati serta pejabat pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Setelah disambut oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto, rombongan Kabupaten Mukomuko melaksanakan pertemuan dengan pemkab Bojonegoro di collaboration room, lantai 7 gedung Pemkab Bojonegoro.

Dalam kesempatan ini, Bupati Mokumuko Choirul Huda menceritakan kondisi wilayah yang dipimpinnya mulai dari geografis hingga sistem birokrasi.

“Kabupaten Mukomuko hanya memiliki penduduk sekitar 180ribu jiwa. Namun wilayahnya luas,” jelas pria yang akrab disapa Huda ini.

Kunjungan kerja di Bojonegoro ini dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mukomuko guna menunjang pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.
Langkah terobosan strategis, inovasi dan kreasi melalui berbagai macam studi komparasi ke daerah daerah yang sudah maku dalam pengelolaan pajak daerah dan retribusi daerah serta pengelolaan keuangan daerah. Bojonegoro dinilai Kabupaten Mukomuko adalah daerah yang tepat untuk melakukan study komparasi.
Choirul Huda menyatakan sebagai putra daerah Bojonegoro karena lahir di Kauman dan mengeyam pendidikan mulai SD Kauman, SMP dan SMA di Bojonegoro kemudian kuliah di Malang.
Sementara itu Bupati Bojonegoro, Kang Yoto menyambut baik kedatangan Bupati Mukomuko yang merupakan putra Bojonegoro. Semangat sama sama belajar dan mendedikasikan untuk memberi kepada rakyat, lanjut Bupati membuat chemistry antara Bojonegoro dan Mukomuko serasa dekat.
Bupati menjelaskan beberapa hal di Bojonegoro salah satunya Open Goverment, 82 aplikasi untuk memfasilitasi manajemen pemeintahan baik yang berhubungan dengan rakyat, birokrasi dan pemerintah propinsi dan pusat.
Pemkab sangat senang dengan kunjungan ke Bojonegoro, otonomi dibuat makin tahu masalah lokal dan menggunakan seluruh sumber daya untuk mengatasi masalah dengan berlandaskan semangat gotong royong.
“Gotong royong akan semakin fokus jika menemukan akar masalah dengan melibatkan semua komponen mulai masyarakat, birokrat, akademisi. NGO dan pengusaha,” pungkasnya.(*mcb)

Leave a Comment