Share

Pemkab Segera Carikan Solusi Penambang Sumur Tua

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro segera mencari solusi untuk permasalahan yang sekarang ini membelit para penambang sumur tua. Tidak hanya terancam kehilangan pekerjaan karena lokasi sumur diambil alih oleh KSO (Kerjasama Operasi) milik Pertamina EP ASSET IV yakni PT Geo Cepu Indonesia (GCI) , tetapi juga menghindari konflik sosial di masyarakat.

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro segera mencari solusi untuk permasalahan yang sekarang ini membelit para penambang sumur tua. Tidak hanya terancam kehilangan pekerjaan karena lokasi sumur diambil alih oleh KSO (Kerjasama Operasi) milik Pertamina EP ASSET IV yakni PT Geo Cepu Indonesia (GCI) , tetapi juga menghindari konflik sosial di masyarakat.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto, mengungkapkan, rasa keprihatinan terhadap kondisi yang sekarang ini terjadi yakni banyaknya penambang di sumur tua yang kehilanagan mata pencaharian meskipun  sumur-sumur yang dikelola selama ini kewenangan  PT GCI.

“ Ya kita harus segera mencari solusinya, agar para penambang yang juga masyarakat sekitar sumur tua bisa bekerja, dan PT GCI tetap beroperasi,” ujar Agus.

Dia melanjutkan, untuk melihat kondisi riil di lapangan, bersama Badan Lingkungan Hidup dan Komisis A DPRD  langsung mendatangi lokasi sumur KW 36 di Desa Kedungrejo, Kecamatan Malo. Lokasi sumur KW 36 ini sudah tidak lagi dikelola para penambang karena PT GCI menutup sumur tersebut bahkan melaporkan penambang-penambangnya ke pihak berwajib.

“Menurut saya, PT GCI jangan langsung melaporkan ke polisi karena masih ada Pemkab yang akan memfasilitasi masalah ini,” tandasnya.

Oleh karenanya, mantan Kepala Inspektorat ini menegaskan, akan menjadwalkan pertemuan antara pemerintah pusat baik itu SKK Migas, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM, Pertamina EP Asset IV, penambang, muspika, dan beberapa pihak lainnya.

“Kalau tidak ada tindakan, bisa jadi masyarakat bertindak anarkis dan terjadi kericuhan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungrejo, Mustakim, berharap kedatangan Pemkab dan Komisi A tidak sekedar kunjungan belaka, namun ada tindak lanjut dan memberikan solusi agar masyarakat bisa kembali bekerja.

“Sekarang ini tiga rekan kami diperiksa oleh kepolisian, ya mohon agar ada solusi terbaik bagi masyarakat agar tetap bekerja tapi tidak melanggar aturan. Karena di sumur tua inilah mata pencaharian mereka.,” pintanya. (re/**mcb)

Leave a Comment