Share

Penambang Pasir Mekanik Tak Peduli Rusak Lingkungan

Aparat gabungan sebanyak 60 personil terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur, Satpol PP Kabupaten Bojonegoro, 11 personil Kepolisian, dan 10 TNI AD melakukan razia penambang pasir di bantaran Bengawan Solo di Desa Brenggolo, Kecamatan Kalitidu, Rabu (22/10/2014) kemarin. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan 17 unit mesin penyedot pasir serta peralatannya yang kemudian diamankan di kantor Satpol PP Pemkab Bojonegoro sebagai barang bukti.

Bojonegoro (Media Center) – Aparat gabungan sebanyak 60 personil terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur, Satpol PP Kabupaten Bojonegoro, 11 personil Kepolisian, dan 10 TNI AD melakukan razia penambang pasir di bantaran Bengawan Solo di Desa Brenggolo, Kecamatan Kalitidu, Rabu (22/10/2014) kemarin. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan 17 unit mesin penyedot pasir serta peralatannya yang kemudian diamankan di kantor Satpol PP Pemkab Bojonegoro sebagai barang bukti.

Saat razia berlangsung, benyak penambang yang melarikan diri dan meninggalkan peralatannya begitu saja, tetapi ada pula yang masih terus bekerja dan tidak mengindahkan keberadaan petugas. Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan M Noer Arief, mengatakan, penertiban ini dilakukan berdasarkan laporan warga dan kegiatan tersebut melanggar PERDA No 1 TAHUN 2005 Tentang Pengendalian Usaha Pertambangan Golongan Galian C.

Meskipun begitu, tidak satupun pemilik tambang pasir yang berhasil diamankan, meskipun sempat ada yang mengakui sebagai pengusaha atau pemilik mesin mekanik. ” Kalau pegawainya kami tidak menangkap, kasihan,”sergahnya.

Namun, warga yang bernama Abdul Sefudin, warga asal Malo, sempat diindentifikasi petugas sebelum akhirnya meninggalkan lokasi dan tidak melanjutkan laporannya karena banyak mendapatkan kode dari penambang lainnya. Tidak hanya itu, seorang wanita yang enggan menyebutkan identitasnya sempat berteriak histeris dan menantang petugas, tapi tak digubris oleh petugas. Para pemilik tambang pasir mekanik ini bahkan mengaku tak peduli dengan akibat dari usaha mereka yang merusak lingkungan.(**mcb)

Leave a Comment