Share

Penangkaran Rusa Timor di Bojonegoro, Penting Untuk Eksositem

Menurut dia, munculnya berbagai bencana alam, mulai banjir, juga yang lainnya termasuk serangan hama wereng di areal pertanian, juga disebabkan adanya ekosistem yang terganggu.”Di situ ada ekosistem yang terputus, sehingga memunculkan bencana,” tegasnya.

Bojonegoro (Media Center) – Melihat kerusakan alam yang disebabkan oleh ulah manusia, Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Drs H Suyoto MSi (Kang Yoto), menilai penangkaran Rusa Timor (Cervus Timorensis) di kawasan hutan jati Kecamatan Malo, sangat penting keberadaannya.

“Penangkaran Rusa Timor yang dikembangkan KPH Parengan, Tuban di hutan Bojonegoro ini akan mampu menjaga keseimbangan ekosistem,” katanya, di lokasi penangkaran Rusa Timor, di Desa Malo, Kecamatan Malo, Bojonegoro (27/06/2014).

Menurut dia, munculnya berbagai bencana alam, mulai banjir, juga yang lainnya termasuk serangan hama wereng di areal pertanian, juga disebabkan adanya ekosistem yang terganggu.”Di situ ada ekosistem yang terputus, sehingga memunculkan bencana,” tegasnya.

Dengan demikian, ia meyakini penangkaran Rusa Timor tersebut akan mampu menjaga ekosistem alam, sehingga terjadi keseimbangan. “Sebenarnya alam kalau dibiarkan oleh manusia, maka mencari keseimbangan sendiri,” ucapnya.

Ia juga memberikan gambaran, banyaknya ayam hutan akan mengurangi populasi rayap yang ada di hutan, sehingga pertumbuhan pohon jati menjadi bagus, bahkan bahkan pohon jati yang sudah tumbang bisa lebih kuat, karena tidak dimakan rayap.

“Selain itu, penangkaran Rusa Timor ini merupakan panggilan moral, sehingga merupakan pekerjaan yang mulia,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Administratur KPH Parengan, Tuban, Daniel Budi Cahyono, menjelaskan ide membuat penangkaran Rusa Timor bekerja sama dengan PT Pertamina Asset IV Cepu, Jawa Tengah, yang juga memiliki wilayah kuasa pertambangan di kawasan hutan KPH Parengan, sudah lama.

Namun, katanya, proses pelaksanaannya baru bisa dilakukan, dengan tahap awal mengisi kandang dengan dua ekor Rusa Timor betina dan empat ekor jantan dari lokasi penangkaran Rusa Timor KPH Blitar, sejak Mei 2014.

“Mempertimbangan rasio betina masih kurang, kami menambah lagi lima ekor Rusa Timor betina, juga mengambil dari lokasi penangkaran Rusa Timor KPH Blitar,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan pihaknya mencanangkan penangkaran Rusa Timor di kawasan hutan jati wilayah KPH Parengan di Bojonegoro itu, bisa menjadi obyek wisata, yang menyatu dengan penambangan minyak tradisional, yang juga di kawasan hutan jati.

“Pengunjung setelah melihat penambangan sumur minyak tua bisa datang ke lokasi penangkaran Rusa Timor. Selain itu, lokasi penangkaran Rusa Timor juga bisa dimanfaatkan sebagai wahana pendidikan bagi pelajar,” jelasnya.

“Field Manager” PT Pertamia Asset IV Cepu, Jawa Tengah, Wresniwiro mendukung penangkaran Rusa Timor, karena wilayah kawasan hutan KPH Parengan, masuk wilayah kuasa pertambangan Pertamina Asset IV Cepu.

“Pertamina sangat mendukung, sebab penangkaran Rusa Timor ini merupakan usaha menjaga alam. Kami juga akan mendukung kalau memang nantinya ada penangkaran binatang hutan lainnya, seperti Merak, Macan Tutul, juga lainnya,” katanya, menegaskan. (*/samcb)

Leave a Comment