Share

Pendangkalan Parah, Waduk Pacal Butuh Perbaikan

Waduk Pacal yang berada di Dusun Kedungjati, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, kini tak bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menyimpan air sebagai cadangan pengairan pertanian di musim kemarau. Waduk yang dibangun pada masa Belanda tersebut mengalami pendangkalan cukup parah dan bangunannya mulai rusak.

Bojonegoro (Media Cnter) – Waduk Pacal yang berada di Dusun Kedungjati, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, kini tak bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menyimpan air sebagai cadangan pengairan pertanian di musim kemarau. Waduk yang dibangun pada masa Belanda tersebut mengalami pendangkalan cukup parah dan bangunannya  mulai rusak.

Waduk seluas 520 hektare yang berada di tengah hutan itu, semula mampu menampung air sebanyak 41 juta meter kubik. Namun, karena pendangkalan parah waduk itu kini hanya mampu menampung air sebanyak 23 juta meter kubik.

Menurut Kepala Seksi Operasi, UPT Pengelolaan Sumber Daya Air, Balai Besar Bengawan Solo, Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro, Mucharom, kondisi Waduk Pacal kini memprihatinkan.

“Waduk Pacal mengalami pendangkalan parah. Selain itu, bangunan pelimpah air (spill way) yang ambrol beberapa waktu lalu juga hanya diperbaiki sementara. Kini waduk itu tak bisa dimanfaatkan maksimal untuk pengairan persawahan,” ujarnya.

Ia mengatakan, sedikitnya ada 16.688 hektare sawah yang mengandalkan pengairan dari Waduk Pacal itu. Sawah itu berada di Kecamatan Kapas, Sumberejo, Balen, Kepohbaru, dan Temayang.

“Jika tidak mendapatkan pengairan dari Waduk Pacal maka dampaknya persawahan itu gagal panen. Jika terjadi sekali gagal panen padi saat musim tanam maka kerugiannya mencapai Rp250 miliar. Kalau dua kali gagal panen padi maka kerugiannya bisa mencapai Rp500 miliar,” ujarnya.

Ia mengatakan, Waduk Pacal yang dibangun pada masa Belanda itu perlu perbaikan. Jika air terus diambil tanpa memperhitungkan kondisi fisiknya, ia khawatir dinding penampung waduk akan pecah dan rusak.(**mcb)

Leave a Comment