Share

Penertiban PKL di Sepanjang Jalan Bojonegoro – Babat Demi Keselamatan Pedagang

Bojonegoro, Media Center – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Boiojonegoro – Babat di wilayah Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (16/7/2020), demi menjaga keselamatan para pedagang dan ketentraman masyarakat. Sebab dengan berjualan di bahu jalan maupun di atas trotoar bisa mengancam keselamatan para pedagang itu sendiri.

“Selain itu juga melanggar Peraturan Daerah atau Perda Nomot 15 tahun 2015 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. Sehingga tidak di perbolehkan berjualan di bahu jalan dan diatas trotoar,” ujar Camat Sumberrejo, Sony Soemarsono.

Menurut Sony, berjualan di bahu jalan dan trotoar sangat membahayakan keselamatan jiwa para pedagang. Apalagi di pinggir jalan raya Bojonegoro – Babat yang padat lalu lintas.

“Kita sangat memikirkan dan mengantisipasi jangan sampai ada pedagang yang jadi korban kecelakaan lalu lintas karena ada kendaraan yang nylonong menabrak tempat jualan,” tutur Sony.

Dijelaskan, penertiban dilakukan terhadap para pedagang yang berada dekat dengan bahu jalan. Penertiban dilaksanakan Satpol PP Kecamatan Sumberrejo bersama Satpol PP Bojonegoro.

Selain menertibkan pedagang yang berjualan di bahu jalan dan trotoar, aparat penegak Perda (Satpol PP) juga menertibkan bangunan-bangunan liar yang dimanfaatkan untuk tempat karaoke.

“Jangan sampai tempat memunculkan kriminalitas yang justru akan meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Penertiban dilakukan dengan pendekatan humanis kepada para pedagang dan tidak ada kekerasan sama sekali. Sehingga pelaksanaan berjalan dengan lancar tidak ada permasalahan.

Bahkan, para pedagang kaki lima (PKL) dengan rela mau membongkar sendiri bangunannya. Ada juga beberapa PKL yang minta waktu tambahan hari untuk membongkar lapaknya.

“Kita memperhatikan kondisi para pedagang dan memberi kesempatan kepada mereka untuk membongkar sendiri bangunannya,” terang Sony.

Pada prinsipnya, tambah Sony, para pedagang menyadari dan mau membongkar sendiri bangunannya.

“Kita tidak menginginkan adanya kekerasan. Pendekatan yang humanis yang kita kedepankan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro, Sukaemi menambahkan, penertiban akan dilakukan di sepanjang Jalan Bojonegoro – Babat, mulai dari Kecamatan Baurno terhadap PKL yang berjualan di bahu jalan maupun di atas trotoar.

“Dulu sudah pernah kita laksanakan penertiban PKL di Pasar Pasinan dan Baureno, Kecamatan Baureno,” sambung Sukaemi dikonfirmasi tepisah.

Dia menegaskan berjualan di bahu jalan maupun di atas trotoar melanggar aturan karena menganggu ketertiban umum. Selain itu juga membahayakan keselamatan jiwa pedagang itu sendiri.

“Begitu juha berjualan berjualan di atas kendaraan roda 4 dan roda 3 di bahu jalan juga tidak diperbolehkan,” pungkasnya.(Dwi)

Leave a Comment