Share

Pengakuan Korban Selamat Tragedi Sang Engon

Bojonegoro (Media Center) – Sebanyak 18 korban meninggal dunia akibat tragedi Sang Engon di ruas Tol Jangli, Jatingaleh, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/2/2015) siang kemarin telah dimakamkan di tempat tinggal masing-masing, salah satunya desa Dander, Kecamatan Dander, Bojonegoro.

Sementara 46 korban luka berat dan ringan, dijemput keluarga dengan suasana haru karena selamat dari kecelakaan maut usai mengikuti pengajian Habib Lutfi setiap malam Jumat Kliwon di Pekalongan.

Salah satu korban selamat, Abdul Ghofur (29), warga Desa/Kecamatan Kapas, mengungkapkan, detik-detik sebelum kecelakaan semua penumpang mengucapkan takbir sesaat bus menghantam tebing.

“Saya merasa sakit ditelinga kiri, sambil memegangnya yang penuh darah saya loncat keluar jendela yang sudah pecah,” ujarnya di Posko Kecamatan Dander, Sabtu (21/2/2015).

Dia menceritakan, pada pengajian kali ini dirasa aneh dan berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Seperti waktu dzikir yang sangat lama dan jumlahnya banyak sekali. Bahkan, tausiah sang Habib mengisahkan seseorang yang kuat dalam mendapatkan cobaan meskipun memiliki tubuh cacat atau kehilangan kerabat dekat.

“Saya merasa aneh saja, biasanya tidak begitu, tapi alhamdulillah saya selamat,” imbuhnya.

Data di Posko Kecamatan Dander menyebutkan, 18 korban meninggal yakni Tjuti Sutarsini,55, Desa/Kec Dander, Hadi Prayitno,51,Deaa Kedungombo, Kecamatan TanjungAnom, Nganjuk, Bima Saputra,10,Desa/Kecamatan Dander, Maryadi,38,Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Maryati(diduga) 50, Deaa/Kec Dander, Hamili Ibrahim,46,Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Sumisih,Desa/Kecamatan Dander, Nanda,11,Desa/Kecamatan Dander, Syarif Hidayatullah, Desa/Kecamatan Kapas, Abdul Ghofur,45,Desa Sekaran, Kecamatan Balen,Hadi, Sumarsih, Sukeni, Wartini, Mutmainah, Muhammada,Desa/Kecamatan Dander. Sementara 46 orang lainnya luka berat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B, Sigit Kusharianto, mengatakan, agenda pengajian oleh masyarakat sekarang ini menjadi budaya sendiri untuk wisata kerohanian. Namun, dengan kecelakaan yang merenggut belasan nyawa ini, ke depan harus memperhatikan kualitas kendaraan yang akan digunakan.

“Harus memilih bus dengan kondisi sehat, begitu pula sopirnya. Kalau bisa, mencari yang sudah berpengalaman,” ujar Sigit diantara keluarga korban selamat.

Pihaknya meminta, keluarga yang ditinggalkan mengikhlaskan kehendak Illahi yang tidak bisa dihalangi oleh manusia. Berharap, semua korban khusnul khotimah dan diterima Allah SWT. (rin/*acw)

Leave a Comment